Penanganan Ribuan Kasus TBC di Kabupaten Tulungagung, Dorong Penggunaan Dana Desa

Penanganan Ribuan Kasus TBC di Kabupaten Tulungagung, Dorong Penggunaan Dana Desa

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Selama 2023, temuan kasus Tubercolusis (TBC) di Kabupaten Tulungagung mencapai 1427 pasien. Hal ini merupakan pekerjaan rumah (PR) bagi Tim Penanggulangan TBC untuk segera ditangani.

Bahkan, dana desa di Tulungagung juga perlu digunakan untuk menangani kasus temuan TBC tersebut.

Ketua Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (YABHYSA) Tulungagung, Cut Mala Hayati Anshari mengatakan, penanganan terhadap TBC di Tulungagung juga melibatkan Kader TBC sebanyak 60 orang yang ditempatkan di desa-desa. Sayangnya masih ada beberapa desa yang belum mendukung para Kader TBC.

Read More

Padahal para Kader TBC ini memiliki peran penting terhadap penanganan TBC pada desa-desa di Tulungagung mulai dari mengambil sampel dahak, mengantarkan obat bagi penderita TBC hingga mengantar pasien TBC untuk menjalani kontrol rutin di puskesmas ataupun rumah sakit.

“Kami ingin agar desa-desa yang belum berpartisipasi dalam penanganan TBC, agar menjadikan hal ini sebagai salah satu fokus perencanaan, demi menyukseskan program pemerintah dan penanggulangan TBC di Tulungagung” kata Cut Mala Hayati Anshari, Jumat (15/12/2023).

Pada proses penanganan TBC, jelas Mala, pihaknya juga mendapati beberapa permasalahan seperti penolakan pengobatan dari para penderita TBC. Untuk memaksimalkan proses penanggulangan TBC di Tulungagung, pihaknya mendorong agar pemerintah desa memberikan perhatian khusus kasus TBC.

Hal itu bisa dilakukan dengan memberikan suntikan anggaran dari dana desa yang difokuskan bagi penanganan terhadap pasien TBC di desa-desa. Terlebih lagi, peran pemerintah desa (Pemdes) sendiri dalam penanganan TBC juga penting untuk mengedukasi masyarakat.

“Edukasi maupun penyuluhan kepada penderita TBC agar mau berobat tentunya juga tidak kalah penting, sehingga kinerja para kades TBC juga sedikit terbantu agar kesulitan yang dialami tidak lagi terjadi,” pungkasnya.

Sementara itu, Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tulungagung, Rudi Prasetyo mengatakan, belum mendapatkan laporan perihal jumlah desa yang telah menganggarkan penanganan TBC maupun jumlah desa yang belum menganggarkan.

Pasalnya, kader TBC harus melalui prasyarat, yakni dikeluarkannya Surat Keputusan Kepala Desa (Kades) dengan Kader TB di tingkat bawah. Hanya saja, alokasi anggaran untuk kader maupun penanganan pasien TBC bisa dilakukan yang mana harus melalui tahapan penganggaran terlebih dahulu.

“Kami coba akan koordinasikan dengan setiap Pemdes di Tulungagung terkait penanganan TBC ditingkat desa, tentunya hal ini (Support Anggaran) bisa dilakukan demi penanganan TBC,” kata Rudi Prasetyo.

Sebenarnya, ungkap Rudi, beberapa desa di Tulungagung saat ini sudah mulai memberikan perhatian terhadap penanganan TBC bagi para pasien maupun Kader TBC. Namun, desa-desa yang sudah memberikan perhatian terhadap penanganan TBC jumlahnya masih tergolong minim.

Berdasarkan data miliknya, beberapa laporan dan penanganan TBC berasal dari desa di Kecamatan Rejotangan, Sumbergempol dan Boyolangu akan segera ditindak lanjuti.

“Kami tahu jika TBC ini sudah menjadi hal yang sangat penting dan perlu untuk segera ditangani, sehingga kami akan mengupayakan penanganan TBC melalui musrembang di desa-desa,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, Sepanjang tahun 2023, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung menemukan ribuan kasus Tubercolusis (TBC). Diketahui, jumlah temuan tersebut bahkan mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir pasca pandemi Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani mengatakan, selama dua tahun terakhir, temuan kasus TBC di Tulungagung mengalami peningkatan.

Pada tahun 2020 hanya ada 827 orang positif TBC dari total suspek yang berhasil terjaring yakni sebanyak 2392 orang. Sedangkan pada tahun 2021, angkanya semakin menurun yakni 713 orang positif TBC dengan total suspek yang dijaring sebanyak 2391 orang.

Kemudian pada tahun 2022, temuan kasus TBC di Tulungagung kembali meningkat yakni sebanyak 1398 orang dinyatakan positif TBC dengan total suspek sebanyak 2720 orang. Sedangkan di tahun 2023, ada sebanyak 1427 orang dinyatakan positif TBC dari total suspek 1870 orang.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *