Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Rencana Pemkab Ponorogo untuk mengurangi tumpukan sampah di TPA Mrican yang sudah menggunung diprediksi tertunda. Pasalnya, PT BES selaku pihak ketiga yang ditugasi untuk mendaur ulang dan mengurangi tumpukan sampah mengalami masalah internal.
Diprediksi paling cepat PT BES bisa melakukan tugasnya untuk mendaur ulang dan mengurangi tumpukan sampah di TPA Mrican pada awal April mendatang.
Kepala UPT Pengolahan Sampah TPA Mrican, Abri Susilo mengatakan, sebenarnya pihaknya sudah menyelesaikan pembangunan fasilitas hanggar untuk tempat pemilahan sampah.
Padahal rencana awal untuk PT BES akan mendatangkan alat pilah sampah pada awal Februari, tapi hingga kini alat tersebut belum juga tiba.
“Kalau sarana pendukung seperti hanggar, kantor, sampai area pemilihan sampah sudah selesai dibangun di TPA Mrican, tinggal tunggu mesinnya saja,” ungkap Abri.
Ia juga memaparkan dalam klausul kontrak yang telah di teken PT BES dan Pemkab Ponorogo menyebutkan jika setiap harinya PT BES bakal memilah setiap sampah basah yang masuk ke TPA Mrican setiap harinya.
Perkiraannya kapasitas pengelolaan sampah sebanyak 75 ton, dengan rinci sampah baru 70 ton dan 5 ton untuk mengurangi gunungan sampah.
“Jadi setelah beroperasi nanti tidak ada lagi tambahan timbunan sampah baru, semua masuk pengolahan,” paparnya.
Selain itu, PT BES juga menyetujui untuk membuka lowongan pekerjaan dalam proyek tersebut. Dimana jumlahnya sebanyak 35 hingga 55 pekerja, yang akan bertugas untuk memilah sampah hingga menjadi petugas jaga.
“Seluruhnya diambil dari warga sekitar. Harapannya dengan pekerjaan ini bisa mengurangi tumpukan sampah di TPA yang mulai menggunung,” pungkas Abri.
Reporter: Sony Dwi Prastyo
Editor: Dhita Septiadarma



















