Penulisan Ulang Sejarah Momentum Tepat Luruskan Kelahiran Tokoh Bangsa

Penulisan Ulang Sejarah Momentum Tepat Luruskan Kelahiran Tokoh Bangsa
Roso Daras, penulis buku-buku tentang Bung Karno. (sejahtera.co)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Rencana pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan untuk melakukan penulisan ulang sejarah Indonesia dinilai sebagai langkah tepat untuk meluruskan berbagai fakta sejarah, termasuk soal tanggal kelahiran para tokoh bangsa.

Baca Juga :Bupati Jombang Tinjau Kawasan Industri, Dorong Investasi dan Industri Ramah Lingkungan

Penilaian ini disampaikan oleh penulis buku-buku tentang Bung Karno, Roso Daras.
“Kalau bicara sejarah bangsa, tentu harus menyangkut para tokohnya. Soekarno adalah salah satu tokoh penting. Tinggal nanti apakah penulisan ulang ini akan fokus pada tanggal kelahiran tokoh-tokohnya atau aspek lainnya,” ujar Roso saat dihubungi Minggu (15/6/2025).

Read More

Ia menilai, penulisan ulang sejarah ini bisa menjadi peluang bagi para pegiat sejarah untuk ikut berkontribusi dalam meluruskan data sejarah yang selama ini dinilai belum akurat.

“Masih banyak tokoh bangsa yang tahun kelahirannya simpang siur. Misalnya Tan Malaka, yang sampai sekarang memiliki beberapa versi tanggal lahir. Jadi tidak ada salahnya jika momentum ini juga dipakai untuk meluruskan hal-hal semacam itu,” lanjutnya.

Baca Juga :Sebanyak 376 Haji Jombang Kloter 19 Tiba, Dua Dilaporkan Wafat di Tanah Suci

Saat disinggung soal buku “Penjambung Lidah Rakjat Indonesia” karya Cindy Adams, yang menjadi salah satu rujukan utama sejarah Bung Karno, Roso Daras menilai penulis asal Amerika tersebut kurang jeli. Ia menyoroti fakta bahwa fase kehidupan Soekarno di Ploso dan Sidoarjo tak tercantum dalam buku tersebut.

“Padahal untuk menulis sosok besar sekelas Soekarno, semestinya harus teliti. Dalam dokumen foto yang ada, kita tahu beliau pernah berada di Jombang. Tapi fase itu justru dilewatkan, padahal penting dalam rangkaian sejarah hidupnya,” ungkap Roso.

Sebagai informasi, penulisan ulang sejarah Indonesia ini ditargetkan rampung pada Agustus 2025. Pemerintah akan melibatkan sejumlah sejarawan untuk memastikan prosesnya dilakukan secara akademis, menyeluruh, dan berbasis data.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *