Lamongan, SEJAHTERA.CO– Menyambut Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polres Lamongan melalui Satuan Binmas (Satbinmas) menggelar aksi nyata kepedulian sosial.
Kali ini, Polres Lamongan melaksanakan program bedah rumah milik Imam Mukri, seorang warga kurang mampu di Desa Sidodowo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, pada Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan mulia ini dipimpin langsung oleh Kapolres Lamongan, AKBP Arif Fazlurrahman dengan didampingi Wakapolres Lamongan Kompol Jodi Indrawan.
Turut hadir dalam acara tersebut para Pejabat Utama (PJU) Polres Lamongan, Forkopimcam Modo, perangkat Desa Sidodowo, tokoh masyarakat, serta pihak donatur.
Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman, melalui Kasihumas Ipda M. Hamzaid menjelaskan bahwa program bedah rumah ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut Hari Bhayangkara ke-80.
Kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa Polri senantiasa hadir dan peduli terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam menyediakan hunian yang layak.
“Bedah rumah dan penyaluran bantuan sosial ini adalah bentuk kepedulian Polres Lamongan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ipda Hamzaid.
“Kami berharap rumah yang dibangun dapat memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima ,sementara bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat,” sambungnya.
Pembangunan rumah milik Imam Mukri ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu sekitar tiga minggu. Adapun total anggaran yang dialokasikan untuk renovasi total ini mencapai kurang lebih Rp50 juta.
“Suksesnya program ini juga tidak lepas dari sinergi dan dukungan penuh pihak swadaya, yakni Yayasan Nurul Hayat dan Yayasan Berkas Bersinal Abadi yang dipimpin oleh Ipda Purnomo selalu donatur,” ungkap Ipda Hamzaid.
Selain melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan rumah, Polres Lamongan juga memanfaatkan momen ini untuk berbagi kebahagiaan dengan warga sekitar.
Kapolres Lamongan menyerahkan secara langsung sejumlah bantuan sosial.
“Tadi Bapak Kapolres juga menyerahkan secara langsung sejumlah bantuan sosial berupa paket sembako dan uang diberikan kepada kaum duafa untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok harian dan perlengkapan sekolah disalurkan kepada anak – anak yatim guna memotivasi mereka dalam menuntut ilmu,” pungkasnya.



















