Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Dianggap Kurang, BP2MI Disebut “tak Bertaring”

JAKARTA, SEJAHTERA.CO – Komisi IX DPR RI menganggap pemerintah belum serius dalam memberikan jaminan perlindungan terhadap Pekerja Migran Indonsia (PMI).

Hal itu disampaikan oleh anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher, seperti dikutip sejahtera.co dari Parlementaria.

Politisi PKS itu juga memaparkan jumlah Pekerja Migran Indonesia yang ditempatkan di luar negeri sepanjang tahun 2023 mencapai 274.965 orang.

Read More

 

“Tampaknya belum ada keseriusan dari pemerintah untuk melindungi para PMI kita secara maksimal,” kata Netty dilansir dari Parlementaria.

Ia mendesak pemerintah untuk lebih serius dan bekerja ekstra dalam pelayanan dan perlindungan para Pekerja Migran Indonesia di luar negeri.

Netty juga menyayangkan anggaran yang diterima Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sebagai lembaga garda depan pelayanan dan perlindungan PMI masih terlalu kecil.

 

“Tugas dan peran BP2MI ini kan sangat banyak dari melayani, mengawasi, melindungi dan lain sebagainya tapi justru tidak didukung dengan anggaran yang maksimal,” ujarnya.

Bahkan, ia mengibaratkan BP2MI layaknya harimau yang tidak memiliki taring karena seolah tidak berdaya akibat jumlah anggaran yang  masih terlalu kecil.

“Mau bergerak susah karena tidak ada anggaran. Padalah para PMI ini adalah penyumbang devisa negara yang tidak bisa diremehkan jumlahnya,” papar Netty.

 

Oleh karena itu, legislator dari dapil Kabupaten dan Kota Cirebon serta Indramayu ini mendesak agar pemerintah serius dalam upaya perlindungan PMI.

“Keseriusan itu harus dibuktikan dengan anggaran yang memadai, agar menjadikan PMI sebagai VVIP tidak hanya sekadar slogan-slogan di panggung yang penuh dengan sorotan media,” tandasnya.

Sumber : Parlementaria

Editor : Irwan Maftuhin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *