Lamongan, SEJAHTERA.CO – Praktik penggunaan jebakan tikus beraliran listrik di area persawahan kembali menelan korban jiwa. Kali ini, Subari (66), seorang petugas lapangan bagian pengairan di Dusun Jamang, Desa Taji, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, ditemukan tewas setelah tersengat listrik dari jebakan tikus yang dipasang di area persawahan setempat.
Baca Juga :Dugaan Korupsi Porang Terbongkar, Kejari Jombang Jerat Satu Tersangka
Kejadian tragis ini dibenarkan oleh Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid. Ia menjelaskan, menurut keterangan sejumlah saksi – saksi di lokasi kejadian dan pihak keluarga korban, sebelumnya korban sekitar pukul 03.00 WIB berpamitan kepada istrinya, Sumiyati, untuk pergi ke sawah.
Korban ke sawah berniat mengecek aliran air di persawahan karena akan ada warga yang melakukan penanaman padi (tandur).
“Korban sendiri merupakan petugas sekaligus anggota Hippa Dusun Jamang Desa Taji yang bertanggung jawab sebagai petugas lapangan pengairan,” jelasnya.
Beberapa waktu kemudian, dua orang saksi, Risa’udin dan Nur Rohim, mendapatkan informasi dari beberapa warga yang hendak menanam padi bahwa mereka melihat korban Subari tergeletak di jalan persawahan.
Baca Juga :Gaji ke-13 bagi ASN di Lingkup Pemkab Ponorogo Mulai Diberikan Juni Ini, Tenaga Kontrak Juga Dapat
“Saat ditemukan korban memakai kemeja atau baju warna biru, motif kotak, celana pendek warna biru dan sarung warna biru tua dengan posisi korban terlentang dengan kepala di bagian timur dan tangan kiri korban berada di bagian dada dan masih memegang kabel setrum jebakan tikus,” terangnya.
Setelah mengecek kebenaran informasi tersebut, kedua saksi segera memberitahukan kepada Kepala Desa Taji yang kemudian meneruskan laporan tersebut ke Polsek Maduran. Petugas dari Polsek Maduran dan tim medis Puskesmas Maduran segera mendatangi lokasi kejadian melakukan pemeriksaan pada korban.
“Pada saat ditemukan dan dievakuasi , korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dan ditemukan luka bakar pada telapak tangan kiri dan bagian dada korban serta tidak ditemukan tanda-tanda adanya penganiayaan,” ungkapnya.
Setelah dievakuasi bersama warga ke rumah duka, pihak keluarga korban menyatakan menerima dengan ikhlas kejadian ini dan bersedia membuat surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi.



















