Pilkada Kabupaten Kediri 2024, Muhammadiyah Berharap Tak Ada Bumbung Kosong

Pilkada Kabupaten Kediri 2024, Muhammadiyah Berharap Tak Ada Bumbung Kosong

Kediri, SEJAHTERA.CO – Muhammadiyah Kabupaten Kediri berharap Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bupati dan Wakil Bupati Kediri tahun 2024 tidak lagi calon tunggal dan melawan bumbung kosong.

Sebelumnya, calon tunggal tersebut terjadi ketika pesta demokrasi Pilkada tepatnya 2020 silam.

Pada pesta demokrasi 5 tahunan itu, pasangan Hanindhito Himawan Pramana dan Dewi Mariya Ulfa ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam lima tahun ke depan.

Read More

Oleh karenanya, ada beberapa alasan mengapa Muhammadiyah Kabupaten Kediri tidak menginginkan adanya calon tunggal dan lawannya bumbung kosong seperti tahun 2020 lalu.

Hal itu disampaikan Sekretaris Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Kediri, Muhammad Afwan Al Asgaf.

Dia menyampaikan pendapatnya saat sela-sela kegiatan halalbihalal dan pengukuhan Pengurus Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Kediri periode 2023-2027 di Gedung Muhammadiyah Kecamatan Gurah, Minggu (5/5/2024).

Dia menyampaikan, pilkada empat tahun lalu hanya ada Mas Dhito sapaan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang merupakan calon tunggal dan lawannya bumbung kosong. “Kami (Muhammadiyah) berharap di pilkada tahun 2024 kali ini tidak ada lagi bumbung kosong,” jelasnya.

Afwan mengungkapkan, bumbung kosong tidak memberikan pilihan bagi masyarakat untuk menunjuk kader-kader terbaik yang bisa memimpin Kabupaten Kediri.

Meski begitu, dia tidak ingin pandangan yang disampaikan diartikan jika Muhammadiyah menolak kepemimpinan Hanindhito Himawan sebagai Kabupaten Kediri tanpa ada pesaing.

Tetapi menurutnya setidaknya ada sebuah kompetisi yang luar biasa sehingga ada pembelajaran untuk demokrasi di Kabupaten Kediri.

“Muhammadiyah sesuai aturan pimpinan pusat tidak boleh dekat dengan partai politik apapun. Tetapi harus menjaga kedekatan yang sama dengan parpol,” tambahnya.

Sekretaris Pimpinan Muhammadiyah Kabupaten Kediri melanjutkan, jika Muhammadiyah akan menjalankan politik kebangsaan, menjaga jarak, dan menjaga benteng.

“Kalau semua nanti misalnya ada yang organisasi ikut hadir menjadi tim sukses ataupun sebagainya, maka organisasi yang seharusnya menjadi banteng penyetabil di Kabupaten Kediri mungkin akan kurang baik,” ungkapnya.

Reporter: Rizky Rusdiyanto

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *