Blitar, SEJAHTERA.CO – Sejumlah partai di Kota Blitar yang tak bisa mengusung calon sendiri mulai merapatkan barisan. Parpol ini mulai berencana koalisi untuk mengusung calon.
Hal itu diungkapkan Sekretaris DPC Gerindra Kota Blitar, Tan Ngi Hing. Dia mengakui ada sejumlah partai yang intens menjalin komunikasi untuk membuat atau membentuk poros baru.
“Memang ada. Ada empat partai. Tetapi ini masih sebatas komunikasi, karena politik itu dinamis dan bisa berubah kapan saja,” kata Tan Ngi Hing, Minggu (19/5).
Dia mengatakan empat partai yang intens komunikasi adalah Demokrat, PAN, Gerindra dan Golkar. Empat partai ini memang tak bisa mengusung calon sendiri dan harus koalisi jika bakal menyodorkan kandidat. Rata hanya memiliki 1 hingga 3 kursi. “Solusinya harus gabung dengan partai lain,” katanya.
Dia menambahkan, meski sudah ada arah koalisi, hingga kini belum berani memunculkan sosok bakal bakal calon wali kota yang akan menandingi dua partai besar yang lebih dulu punya calon.
Menurutnya sudah ada beberapa tokoh alternatif yang bakal diusung. “Nanti saja. Yang jelas di Gerindra sendiri sudah membentuk tim pemenangan. Nah ini kan tinggal tahap selanjutnya,” katanya.
Seperti diketahui, dua partai besar di Kota Blitar yakni PDI Perjuangan dan PKB sudah menutup penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Blitar. PDI P dan PKB tak perlu koalisi dan bisa mengusung sendiri karena sudah memenuhi aturan.
PDI P pada pemilu Februari lalu mendudukkan 8 kader terbaiknya di DPRD Kota Blitar. Sementara PKB 5. Untuk mengusung calon minimal memiliki kursi di DPRD 5 kursi dari total 25 kursi.
Sementara itu saat ini baik PDI P dan PKB masih menunggu tahapan selanjutnya untuk penentuan rekomendasi. Semua nama-nama yang mendaftar digodok dulu dan nantinya akan disodorkan ke pusat.
Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Editor : Gimo Hadiwibowo



















