Kediri, SEJAHTERA.CO – Pj Wali Kota Kediri Zanariah meninjau rumah yang telah direnovasi pada program Rumah Tidak Layak Huni, Selasa (15/10/2024). Terdapat empat rumah yang dikunjungi, satu di Kelurahan Pesantren dan tiga di Kelurahan Ketami.
Baca juga: Pj Walikota Zanariah Hadiri Peresmian Pengangkatan Pimpinan DPRD Kota Kediri Masa Jabatan 2024-2029
“Saya datang ke sini untuk melihat hasilnya dan ingin memastikan bahwa hasilnya sesuai. Semoga ini bermanfaat. Jadi rumahnya lebih nyaman untuk ditinggali,” ujarnya.
Zanariah mengungkapkan adanya bantuan ini bertujuan sebagai stimulus pada masyarakat berpendapatan rendah. Agar dapat memperbaiki kondisi rumahnya dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Manfaat lainnya juga untuk menekan jumlah kawasan kumuh dan kemiskinan ekstrem di Kota Kediri. “Saya lihat kondisi rumah sudah layak huni. Saya berpesan kepada penerima manfaat selalu rawat dengan baik agar tetap nyaman dihuni,” ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Hery Purnomo menjelaskan bantuan ini bersumber dari APBD Reguler dan Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Kediri. Selama tahun 2024 ada 161 rumah yang mendapat bantuan, dengan 129 rumah diantaranya sudah dicairkan.
Baca juga: Pj Walikota Zanariah Hadiri Peresmian Pengangkatan Pimpinan DPRD Kota Kediri Masa Jabatan 2024-2029
“Bantuan yang diterimakan pada RTLH Reguler sebesar 20 juta sementara RTLH melalui BTT sesuai dengan kebutuhan. Untuk yang melalui BTT tahun ini ada 2 yaitu di Kelurahan Pesantren dan Kelurahan Pakunden,” ungkapnya.
Turut mendampingi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ferry Djatmiko, Camat Pesantren Widiantoro, Lurah Pesantren Ensani, Lurah Ketami Yeriastika.



















