Polisi Masih Selidiki Dugaan Pencemaran Air di Sumur Warga

Polisi Masih Selidiki Dugaan Pencemaran Air di Sumur Warga

Kediri, SEJAHTERA.CO – Satreskrim Polres Kediri Kota tengah melakukan penyelidikan dugaan pencemaran air di sumur milik 7 warga di Lingkungan Kresek, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren.

Pencemaran air di Sumur diduga karena kebocoran tangki pendam Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) setempat.

Penyelidikan ini dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap mengenai penyebab pencemaran air di sumur tersebut.

Read More

Pernyataan itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Kediri Kota, AKP Nova Indra Pratama.

Dia membenarkan, anggota saat ini sedang melakukan penyelidikan pencemaran air di sumur yang diduga tercemar kebocoran tangki SPBU Lingkungan Kresek, Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren.

“Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (30/8).

Meski begitu, polisi asal Banyumas Jawa Tengah itu belum memberikan keterangan secara rinci mengenai kejadian pencemaran air di sumur.

Dikabarkan, ada beberapa saksi-saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan mengenai pencemaran air di sumur milik warga lingkungan kresek yang diduga tercemar kebocoran tangki SPBU.

Namun demikian, dirinya enggan memberikan jawaban saat ditanya mengenai hal tersebut lantaran masih dalam penyelidikan

Sebelumnya, Dinas Kesehatan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri dan tiga pilar setempat melakukan pengambilan sampel, Selasa (15/8).

Ada sebanyak tujuh sumur milik warga di Lingkungan Kresek RT 05 RW 02 Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Menurutnya, ketujuh sumur itu milik Sulastri, Rio, Sugiono, Semi, Kamani, Agus, dan Santosa. Dimana, tujuh sumur itu diduga tercemar dari kebocoran SPBU yang berada di lingkungan setempat.

Hal itu dilakukan karena menindaklanjuti adanya informasi dugaan tersebut membuat Dinas Kesehatan bersama DLHKP mendatangi sumur milik warga untuk melakukan pengambilan sampel pada air sumur tersebut.

Selain itu, juga melibatkan tiga pilar setempat, Puskesmas Ngletih, Ecoton, Ketua RW, Ketua RT, dan tiga pilar kelurahan setempat.

Dari dinas terkait langsung mengambil sampel guna dilakukan tes laboratorium. Tak hanya yang tercemar, lanjut dia, petugas dinas juga turut mengambil sampel di dua sumur warga yang tidak terdampak pencemaran kebocoran SPBU yakni milik Sumiati dan Sri Rahayu.(diy)

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *