Proses Panjang TPA Baru, DLH Kabupaten Ponorogo: Tunggu Rekomendasi Turun

Proses Panjang TPA Baru, Tunggu Rekomendasi Turun, Ini Kata DLH Kabupaten Ponorogo
TPA Mrican yang sudah overload sampah. (sony/sejahtera.co)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Proses pengalihan TPA Mrican, ke lokasi baru milik Perhutani hingga kini belum menemui titik terang.

Kendati pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo dan Perhutani sudah sama sama sepakat, namun proses administrasi di tingkat Jawa Timur masih jalan ditempat.

Baca Juga :Serapan Pupuk Bersubsidi Minim, Masih Separuh dari Jatah, Ini Penjelasan Kepala Dispertan Tulungagung

Read More

Seperti dikatakan, Kepala DLH Kabupaten Ponorogo, Gulang Winarno pihaknya saat ini masih menunggu surat rekomendasi ke Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur turun. Padahal surat yang rekomendasi tersebut sudah dikirimkan DLH sejak tahun lalu.

“Kami masih menunggu surat rekomendasi dari Perhutani Jawa Timur turun,” ungkap Gulang, kepada Memo Grup, Rabu (14/8/2024).

Gulang menyebut jika proses tersebut tergolong lama, sebab setelah surat rekomendasi tersebut turun pihaknya akan menyurati Gubernur Jawa Timur.

Setelahnya baru melakukan tembusan kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sebagai pengambil kebijakan.

Baca Juga :Apel Besar Pramuka, Diajak Hadapi Tantangan Zaman

“Lahan yang kita gunakan milik Perhutani sekitar 9,8 hektar, itu 4 kali lipat lebih besar dari TPA Mrican yang hanya 2,4 hektar,” imbuhnya.

Mantan kepala Dinas Sosial tersebut juga menyebut jika saat ini kondisi TPA Mrican sudah overload, meskipun pihaknya sudah telah melakukan kerjasama dengan pihak ketiga tentang pengelolaan sampah.

Nantinya lahan milik Perhutani tersebut akan menggunakan sistem pinjam pakai.

“Lokasinya masih di Desa Mrican, petak F1 dan F2, kontraknya nanti 20 tahun dengan opsi perpanjangan,” Imbuhnya.

Baca Juga :Ratusan Penghuni Lapas Tidak Bisa Ikut Pilkada Kabupaten, Ini Kata Ketua KPU Kabupaten Kediri

Ia menambahkan jika proses tersebut bisa selesai tahun ini, maka nanti Ponorogo memiliki dua TPA. Khusus TPA Mrican akan digunakan sebagai pengelolaan sampah lama sedangkan TPA baru untuk sampah yang baru.

“Pak Bupati penginnya lima tahun kedepan persoalan sampah di TPA Mrican tuntas,” pungkas Gulang.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *