Proses Pemulihan Pasca Banjir Bandang Desa Munjungan Dikebut, Bupati Trenggalek: Mohon Maaf, Semoga Warga Bisa Sabar

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Proses pemulihan dampak banjir bandang yang melanda sejumlah tempat di wilayah Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek terus dikebut. Proses pemulihan itu melibatkan berbagai pihak, mulai dari instansi daerah hingga vertikal.

 

“Ini proses pemulihan. Saya memohon maaf kepada warga, semoga warga bisa sabar. Kami pemulihan cepat,” kata Bupati Trenggalek, Mochammad Nur Arifin saat meninjau proses pemulihan dampak banjir bandang di Desa Munjungan.

Read More

Mas Ipin sapaan akrabnya menyebut, proses pemulihan itu melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk membantu masyarakat. Mulai dari BPBD, Dinas PUPR, BBWS hingga BAZNAS dalam rangka penanganan sejumlah infrastruktur yang dilaporkan rusak terdampak banjir.

 

“Kemudian Dinas Sosial PPPA dan relawannya Tagana dalam menyalurkan sembako, serta penanganan-penanganan lainnya seperti dapur umum dan segala macam kami ucapkan terima kasih. Semoga ini dapat membantu masyarakat terdampak,” imbuhnya.

Proses pemulihan secepat mungkin itu, lanjut Mas Ipin, diharapkan dapat segera membangkitkan perekonomian masyarakat yang melumpuh akibat banjir bandang itu. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun banjir bandang itu dilaporkan merusak sejumlah infrastruktur hingga rumah warga.

 

“Semoga kondisinya segera pulih seperti sedia kala,” pungkasnya.

Untuk diketahui, wilayah Kecamatan Munjungan dilanda banjir bandang pada 19 April. Dari sejumlah daerah, kondisi terparah terjadi di Desa Munjungan. Ada sebanyak tiga rumah dan sebuah masjid terdampak kerusakan. Beruntung dalam peristiwa itu tidak sampai menelan korban jiwa.

 

“Alhamdulillah untuk korban jiwa nihil. Karena ketika air sudah kelihatan besar, masyarakat mengungsi. Kamis (18/4/2024) sekitar pukul 21.00 WIB hujan deras, kemudian sekitar pukul 01.00 WIB (Jumat) banjir bandang datang. Ketika itu masyarakat sudah siaga merujuk kejadian banjir sebelumnya,” ujar Kades Munjungan, Agus Setiawan.

Dari hasil identifikasi BPBD Trenggalek secara menyeluruh di Bumi Menak Sopal, Bencana hidrometeorologi pada 18-19 April lalu mengakibatkan puluhan rumah rusak. Ada sebanyak 46 rumah terdampak longsor di 13 desa dari 6 kecamatan serta empat rumah dan sebuah masjid rusak terdampak banjir.

 

Dilaporkan, sebanyak 591 rumah di 18 desa dari 8 kecamatan terdampak. Jumlah itu belum termasuk dampak lainnya seperti kerusakan fasilitas sosial maupun fasilitas umum hingga melumpuhnya perekonomian akibat konektivitas yang terputus sementara waktu akibat longsor yang menutup akses jalan. Pasca peristiwa itu, petugas gabungan terus melakukan upaya pemulihan.

 

“Kami mewakili masyarakat Desa Munjungan mengucapkan terima kasih atas perhatian seluruh stake holder. Terutama kepada bapak bupati Trenggalek yang sigap melalui TAPD yang sudah turun ke lokasi,” kata dia.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *