Proyek Jalan Tol Semarang-Demak Bakal Molor hingga 2027, Ternyata Ini Kendalanya

JAKARTA, SEJAHTERA.CO – Proyek Jalan Tol Semarang-Demak menemui beberapa kendala terutama pada Seksi 1 yang belum sepenuhnya selesai.

Dikutip dari Parlementaria, Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Hendrawan Supratikno menyebut adanya potensi keterlambatan.

Hendrawan memaparkan, penggunaan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk Seksi 2 proyek Jalan Tol Semarang-Demak sudah baik.

Read More

 

Namun itu mengakui untuk pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 belum selesai sepenuhnya karena ada beberapa kendala.

“Seksi 1 memang sangat rumit, karena pembangunan tol di atas laut, dan melewati tanah-tanah yang semula tanah itu ada dan bersertifikat,” papar Hendrawan dikutip dari Parlementaria.

Tanah misterius terdampak Jalan Tol Semarang-Demak itu jelas Hendrawan, akan muncul kembali setelah terjadinya reklamasi.

 

“Memang ini proyek yang menarik, karena untuk pertama kalinya di Pulau Jawa ada jalan tol di atas laut,” tandas politisi dari Fraksi PDI-P ini.

Hal itulah yang menurutnya menjadi sebab tertundanya target pembangunan proyek Jalan Tol Semarang-Demak.

Awalnya, proyek jalan tol sepanjang 26,4 kilometer yang dibangun dalam dua seksi itu ditarget rampung pada akhir tahun 2024, namun akhirnya ditunda hingga kisaran tahun 2027.

 

BAKN mendorong pemerintah untuk meneruskan proyek, karena menurut Hendrawan pengaturan ganti rugi tanah yang direklamasi tidaklah mudah.

“Tetapi tadi kita melihat pemaparan, bahwa 60 persen sudah menerima dana kerahiman, yaitu biaya ganti rugi karena tanahnya sudah tidak kelihatan lagi, sudah tertutupi air,” ujar Hendrawan.

Sedangkan 40 persen sisanya masih berusaha melakukan reklamasi atas inisiatif mereka sendiri supaya mendapatkan ganti rugi sesuai dengan harga pasar.

 

Lebih lanjut, Hendrawan berharap, agar pembangunan jalan tol ini bisa segera diselesaikan, sehingga perekonomian di wilayah sekitar tumbuh dengan pesat.

“Kami harapkan apabila pembangunan jalan tol Semarang-Demak ini selesai, ekonomi akan tumbuh. Biaya logistik akan turun dan ekonomi masyarakat akan bergerak cepat,” tutup Hendrawan.

Sumber : Parlementaria

Editor : Irwan Maftuhin

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *