Jombang, SEJAHTERA.CO – Sebanyak puluhan peserta dari 45 sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD) di dua kecamatan, kembali belajar memahami kerumitan ataupun kendala yang kerap muncul saat melakukan pelaksanaan entry data pada pengerjaan Perencanaan Berbasis Data (PBD) dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP).
Demi mengatasi hal tersebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang menggelar kegiatan Sosialisasi Bimbingan Teknis (Bimtek) PBD dan ARKAS BOSP.
Pelaksanaan sosialisasi pada awal bulan November 2023 ini, disampaikan oleh Kadisdikbud Jombang, Senen, bahwa terkadang para peserta yang hadir belum mencermati betul pengerjaannya. Dengan mendatangkan narasumber kompeten di bidangnya itu, Dinas menginginkan para peserta dari bendahara sekolah dan peserta dari juru buku atau operator BOS jenjang SD dapat memahami raportnya masing-masing setiap sekolah.
“Rapor pendidikan ini, menyajikan informasi secara lengkap dan mudah dipahami oleh Satuan Pendidikan dan Pemerintah Daerah sebagai alat bantu memperbaiki kualitas layanan pendidikan melalui identifikasi masalah. Refleksi, menemukan akar masalah,” ucap Senen, Kadisdikbud Jombang, kepada Koran Memo, Jumat (3/11).
Dengan demikian, program dan kegiatan dalam menyelesaikan akar masalah secara lebih tepat dan berbasis data. Senen juga menekankan perlunya perbaikan pada raport pendidikan satuan pendidikan di tahun depan. Dan pelaporan BOSP 2023 secara keseluruhan terakhir dikumpulkan pada tanggal 31 Januari 2024.
“ARKAS 2024 harus berisikan perbaikan raport pendidikan satuan pendidikan. Selanjutnya para peserta juga dapat entry RKA untuk tahun 2024 di aplikasi Arkas akan ditutup pada tanggal 20 Nopember 2023. Jadi bapak ibu yang mengikuti Bimtek tersebut tidak mengalami hambatan dalam proses selanjutnya,” paparnya.
Pada kegiatan Bimtek Sosialisasi Bimtek PBD dan ARKAS BOSP Disdikbud Jombang yang dilaksanakan di Aula kantor dinas, Kadisdikbud menyampaikan dari 90 peserta yang mengikuti kegiatan yang tersebut dari 45 sekolah ini, tiap masing-masing sekolah mengirimkan 2 delegasinya.
“Pesertanya dari 45 bendahara dan 45 peserta lagi dari juru buku atau operator BOS jenjang SD di dua Kecamatan, yakni wilayah Kecamatan Wonosalam dan Peterongan,” imbuhnya.
Perlu diketahui, puluhan peserta ini juga mendapatkan bimbingan materi-materi Bimtek dari dua narasumber, yakni Sekretaris Disdikbud Jombang, Dian Yunitasari, dan ibu Weny Siswin Agustin beserta tim dari Disdikbud Jombang. Sehingga para peserta perlu praktek langsung pelaksanaan PBD dan ARKAS guna memastikan para peserta betul-betul memahami dan mampu mengatasi kendala yang mungkin muncul saat pelaksanaan di lapangan.
“Kegiatan itu digelar dalam 13 sesi pertemuan yang setiap pertemuannya dihadiri 45 sekolah dari seluruh kecamatan di Jombang. Kita running selama beberapa hari supaya bisa meng-cover semua sekolah yang ada,” tutup Senen. (st2)



















