Ratusan Sapi Mulai Terjangkit PMK , Disnakkan Kabupaten Blitar: Peternak Diharap Waspada

Ratusan Sapi Mulai Terjangkit PMK , Disnakkan Kabupaten Blitar: Peternak Diharap Waspada
Petugas ketika memberikan vaksin ke sapi untuk pencegahan PMK beberapa waktu lalu. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Peternak sapi di Kabupaten Blitar harus ekstra waspada. Pasalnya, saat ini serangan penyakit mulut dan kuku atau PMK mulai menjangkiti lagi.

Baca Juga :Ada Unsur Kearifan Budaya Lokal di Pemasangan Lampu Hias dan Granit Jalan Soeta Kabupaten Kediri

Berdasarkan data di Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar, Eko Susanto, selama sebulan saja atau Desember ini ada laporan 180 kasus PMK. Jumlah kasus itu tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Blitar.

Read More

“Iya, ada kasus. Saat ini kami terus turun lapangan untuk antisipasi agar tak terjadi penyebaran,” kata Eko Susanto, Senin (30/12/2024).

Baca Juga :Layanan Lost and Found PT KAI, Solusi Barang Tertinggal Penumpang Kereta Api

Dia menjelaskan, pasca menerima laporan kasus PMK, pihaknya langsung turun tangan. Selain pengobatan ke sapi yang terjangkit, juga Kembali menggiatkan vaksinasi. Vaksinasi dianggap paling efektif karena mampu menangkis serangan penyakit.

Sapi yang sudah divaksin menjadi kebal penyakit, berbeda dengan sapi yang belum divaksin. Vaksin PMK sendiri sudah dilakukan beberapa tahun ini

. “Selain vaksin, kami meminta peternak untuk lebih menjaga kebersihan kandang. Selain itu, kalau perlu menambah nutrisi agar sapi tak mudah sakit,” katanya.

Baca Juga :Tepergok Warga, Dua Pelaku Curanmor di Ngronggot Diamankan Polisi, Pelaku Asal Kediri dan Tulungagung

Dia menjelaskan, sebenarnya kasus temuan PMK itu bukan hal yang baru. Berdasarkan laporan dari pemerintah provinsi, PMK tak hanya di Kabupaten Blitar saja, tetapi juga sejumlah daerah lain. Hanya saja, di Kabupaten Blitar tak semasif daerah lain.

Berdasarkan hasil penelusuran, sapi-sapi yang terkena PMK itu bukanlah sapi asli Kabupaten Blitar. Melainkan kasus yang baru saja didatangkan dari sejumlah daerah. Di antaranya di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok berasal dari Jawa Tengah.

Ada juga dari sapi dari Kediri dan lain sebagainya. Intinya sapi berasal dari luar daerah,” katanya.

Baca Juga :Kejari Ponorogo Panggil Kadindik Jawa Timur Kasus Dugaan Penyelewengan Dana BOS di SMK 2 PGRI Ponorogo

Dia menambahkan, salah satu pemicu lain merebaknya PMK adalah factor cuaca. Pada musim penghujan, biasanya penyakit mulai bermunculan. Selain pengobatan dan antisipasi, pihaknya saat ini juga sudah membuat terobosan. Salah satunya dengan memperketat arus lalulintas ternak.

Utamanya ketika masa pasaran hewan sapi di sejumlah pasar hewan. Ketika ada pasaran, ada petugas yang turun ke lapangan. Bukan hanya pengobatan, juga memeriksa kondisi sapi.

Baca Juga :Terjadi 90 Bencana dalam Setahun, BPBD Kota Blitar: Mayoritas Pohon Tumbang

Karena biasanya, penjual sapi tak hanya dari Blitar saja, melainkan dari sejumlah daerah sekitar. Ketika ada indikasi penyakit di sapi, diminta pemilik untuk karantina di kandang. “Ini untuk antisipasi jangan sampai menyebar,” pungkasnya. (ziz)

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *