Terjadi 753 Kasus Kriminal – Laka Lantas dalam Setahun 

Terjadi 753 Kasus Kriminal - Laka Lantas dalam Setahun 
Konferensi pers di Mapolres Trenggalek (angga/sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 753 kasus kriminal dan Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) terjadi di Kabupaten Trenggalek. Jumlah itu merujuk rilis akhir tahun Polres Trenggalek sepanjang tahun 2024.

Baca Juga :Ratusan Sapi Mulai Terjangkit PMK , Disnakkan Kabupaten Blitar: Peternak Diharap Waspada

Merujuk rilis akhir tahun 2024 di Mapolres Trenggalek, Senin (30/12), jumlah kasus kriminal umum sebanyak 106 kasus, kriminal narkoba 56 kasus dan 591 kejadian kecelakaan lalu lintas. Dari tiga kategori itu, jumlah kejadian di Trenggalek mencapai 753 kasus.

Read More

Jika dirinci dari masing-masing kategori, jumlah kasus kriminal itu mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2023. Tahun 2023 ada sebanyak 127 kasus dengan rincian 118 kasus selesai dengan pencapaian pengungkapan kasus sebanyak 92,9 persen.

Baca Juga :Ada Unsur Kearifan Budaya Lokal di Pemasangan Lampu Hias dan Granit Jalan Soeta Kabupaten Kediri

“Sedangkan untuk persentase ungkap kasus tahun 2024 mencapai 93,4 persen,” kata Wakapolres Trenggalek, Kompol Herlinarto.

Sementara untuk kasus kriminal narkoba, lanjut Herlinarto, dalam setahun, terdapat sebanyak 56 kasus. Jumlah itu mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan 49 kasus pada tahun 2023.

“Untuk tahun 2024 ada 62 orang tersangka dan tahun 2023 ada 55 orang tersangka,” imbuhnya.

Baca Juga :Cegah Pelanggaran Anggota, Wakapolres Blitar Sidak Pemegang Senpi Dinas

Untuk kasus laka lantas, Herlinarto menjelaskan, jumlah kecelakaan tahun 2024 mencapai 591 kejadian dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 59 orang dan luka ringan 787 orang dengan kerugian material sebanyak Rp 113.275.000. Sementara pada tahun 2023 jumlah kecelakaan mencapai 624 kejadian dengan korban meninggal dunia sebanyak 48 orang.

“Untuk jumlah korban luka berat laka lantas 2024-2023 nihil. Sementara untuk korban luka ringan pada tahun 2023 sebanyak 826 orang dengan kerugian material Rp 124.000.400,” jelasnya.

Baca Juga :Mahasiswa Jombang Gelar Demo Tolak Kenaikan PPN 12 Persen

Dia menyebut, ungkap kasus sepanjang tahun 2024 itu dilakukan untuk menciptakan Kamtibmas kondusif di Bumi Menak Sopal sebutan lain Kabupaten Trenggalek. Selain itu sebagai dukungan terhadap asta cita Presiden Prabowo Subianto.
“Ini juga bagian dari upaya kita mendukung asta cita Presiden Prabowo Subianto,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *