Lamongan, SEJAHTERA.CO – Ratusan siswa sekolah dasar yang mengikuti perkemahan dalam rangka Hari Pramuka di Lapangan Kembangbahu, Lamongan, mendapat tambahan asupan nutrisi dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (13/8/2025).
Program ini menjadi salah satu wujud kepedulian pemerintah untuk memastikan anak-anak tetap mendapat gizi cukup, bahkan saat berada di luar lingkungan sekolah.
Penyaluran dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lopang Kembangbahu, Yayasan Semesta Bentara Indonesia.
Sebanyak 3.613 paket makanan dibagikan ke 40 lembaga pendidikan negeri dan swasta di Kecamatan Kembangbahu, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA.
Baca Juga :Yusa Ajukan Banding usai Terbukti Bunuh Kakak Kandung, Ipar, dan Keponakan
Paket ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan energi anak-anak selama beraktivitas, termasuk saat berkemah.
Berbeda dari menu harian MBG di sekolah, kali ini para peserta menerima paket makanan kering yang lebih praktis. Isinya antara lain susu, roti, telur, buah salak, dan kurma.
Seluruh paket dikirim langsung ke lokasi perkemahan, memastikan setiap siswa mendapat nutrisi yang memadai selama kegiatan berlangsung.
Senyum ceria menghiasi wajah para siswa. Renata, siswi SDN Pelang I, mengaku senang menerima paket MBG saat berkemah.
“Menunya enak, ada roti, susu, salak, kurma, dan telur. Kami sangat senang sekali, sangat terbantu pokoknya,” ujarnya.
Baca Juga :Mantan Kades Korupsi, Kejari Nganjuk Kembalikan Rp352 Juta ke Desa Banarankulon
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepeduliannya kepada anak-anak.
Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Kembangbahu, Tri Endang, mengapresiasi langkah penyaluran MBG langsung ke perkemahan. Menurutnya, ini efektif karena anak-anak membutuhkan energi ekstra saat beraktivitas di alam terbuka.
“Yayasan Semesta Bentara Indonesia siap mengantarkan MBG ke lokasi perkemahan selama tiga hari penuh,” jelasnya.
Tri Endang menambahkan, menu yang disediakan layak konsumsi, bergizi, dan disukai anak-anak. “Saya sempat bertanya kepada anak-anak dan guru-guru, dan mereka semua mengaku senang,” tutupnya.



















