Kediri, SEJAHTERA.CO – Persedikab Kediri berbagi poin dengan PSM Madiun dalam laga perdana babak 8 besar Liga 3 Jatim di Stadion Letjen H Soedirman Kabupaten Bojonegoro, Minggu (28/1/2024) pukul 13.00 WIB. Dalam laga tersebut, tim berjuluk Bledug Kelud menahan imbang PSM Madiun dengan skor 2-2.
Dua gol Persedikab dicetak oleh Azriel Fajar menit 44 dan Rendi Pale di menit tambahan waktu babak kedua sekaligus menggagalkan peluang PSM Madiun untuk meraih tiga poin.
Persedikab sendiri sebenarnya berhasil mencetak gol pada babak pertama, tetapi wasit memutuskan bahwa bola masih belum masuk ke gawang PSM Madiun.
“Sebenarnya kita memasukkan gol babak pertama, tapi mungkin wasit jaraknya kurang dekat dengan gawang bagaimana kita melihat sudah masuk lebih dari 30 sentimeter,” jelas Pelatih Kepala Persedikab Kediri, Muslim Habibi.
Habibi menyampaikan, pada babak pertama mendapatkan penalti, begitu pun juga babak kedua yang seharusnya dapat tendangan titik putih. Namun wasit tidak meniup peluit.
Pelatih asal Kota Kediri ini berharap pertandingan selanjutnya bisa menjadi evaluasi baginya, sebab timnya akan melawan Perssu Sumenep.
“Saya ucapkan terima kasih banyak atas kerja keras pemain yang luar biasa pada pertandingan hari ini,” ujarnya.
Eks pemain Persija Jakarta itu melihat ada kekurangan, anak asuhnya sedikit canggung dalam mengatasi permainan lawan. Hal itu terjadi selama pertandingan masih berlangsung beberapa menit saja.
Selain itu, timnya baru pertama kali bermain away (tandang) di luar Kabupaten Kediri. Sehingga tim membutuhkan adaptasi untuk bermain di Stadion Letjen Soedirman, Bojonegoro.
Setelah ini dia akan fokus pertandingan selanjutnya melawan skuat asuhan Budiarjo Thalib, Pelatih Kepala Perssu Sumenep.
“Kami jujur baru pertama kali keluar dari bermain di luar Kediri artinya bermain pada pukul 13.00 WIB bila dibandingkan sebelumnya pukul 15.00 WIB. Tentunya kami akan terus beradaptasi di Bojonegoro ini,” ungkap Muslim Habibi.
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor: Dhita Septiadarma


















