Kediri, SEJAHTERA.CO – Puluhan penari dari 33 sanggar se-Kota Kediri menghibur masyarakat saat malam pergantian tahun baru 2025 di halaman Balai Kota Kediri, Selasa (31/12/2024).
Baca Juga :Penemuan Tulang di Galian Fondasi Bukan Milik Manusia, Ini Penjelasan Satreskrim Polres Kediri
Pentas seni menari bersama yang digelar Disburparpora Kota Kediri saat malam pergantian tahun 2025 ini sekaligus memberikan wadah bagi pecinta seni tari dan melestarikan budaya Kota Kediri.
Kepala Disbudparpora Zachrie Ahmad menyampaikan, malam pergantian tahun 2024/2025 pemerintah dearah menyuguhkan musik band dan pentas seni tari dengan menari bersama.
Pentas seni muncul dari keinginan sanggar tari se-Kota Kediri untuk bisa tampil di saat malam pergantian tahun baru.
Baca Juga :Seminggu Dibuka, Posko Pengaduan UMK Nihil Aduan
Zachrie Ahmad menjelaskan, sesuai amanat Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan di Indonesia. Tujuan dari UU ini, untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia sebagai investasi untuk membangun masa depan bangsa.
UU ini juga mengakui keragaman budaya masyarakat Indonesia yang terdiri dari lebih dari 700 suku bangsa, bahasa, dan adat istiadat.
Dari dasar amanat Undang-Undang inilah, Disbudparpora Kota Kediri berupaya untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan, salah satu objek kebudayaan adalah seni tari. Pemerintah memfasilitasi dari keinginan sanggar tari se-Kota Kediri dengan menggelar pentas seni sekaligus merayakan pergantian malam tahun baru.
Baca Juga :Disnaker Monev dan Sosialisasi Penerapan UMK Kabupaten Kediri 2025
Seni tari yang ditampilkan pada malam pergantian tahun baru 2025, ada seni tari tradisional klasik, modern hingga dan kontemporer.
“Mereka menampilkan dengan sukarela. Jadi, Pemerintah memfasilitasi kepada sanggar se Kota Kediri, menampung keinginan mereka untuk bisa tampil pada malam tahun baru, sesuai dengan tema “Menari Bersama, “ucapnya.
Tema “Menari Bersama” dimaksudkan, sebelum malam pergantian tahun baru semua peserta dan penonton pukul 23.00 WIB dibagikan selendang untuk menari. Penonton juga diajak menari bersama dengan gerakan Flash Mob pada pukul 23.30 WIB.
Baca Juga :Ular Cobra Jawa Masuk ke Rumah Warga Trenggalek, Hati-hati di Musim Penghujan
“Para peserta, orangtua dan anak-anak maupun penonton yang hadir, rela dan antusias menunggu malam pergantian tahun baru dengan suguhan pentasi seni tari maupun band. Mereka berkeinginan menampilkan potensi yang dimiliki masing masing sanggar tari,” pungkasnya.(adv/disbudparpora/han)
Reporter : Agus Ely Burhan
Editor: Dhita Septiadarma



















