Sepekan Operasi Patuh Semeru 2025, Polisi di Kota Wisata Batu Tindak 4.376 Pelanggaran

Sepekan Operasi Patuh Semeru 2025, Polisi di Kota Wisata Batu Tindak 4.376 Pelanggaran
Penindakan yang dilakukan anggota Satlantas Polresta Batu. (arief/sejahtera.co)

Batu, SEJAHTERA.CO – Operasi Patuh Semeru 2025 di Kota Wisata Batu telah berlangsung sejak 14-27 Juli 2025.

Ribuan pengendara terjaring dalam operasi tersebut dan pelanggaran paling banyak yang ditemukan adalah tidak menggenakan helm.

Berdasarkan data Satlantas Polres Batu, sejak 14-22 Juli 2025 ada sebanyak 4.376 penindakan yang dilakukan personel kepolisian.

Read More

Terdiri dari 3.094 teguran, 328 tilang manual serta 954 tilang ETLE Statis.

Baca Juga :Pendaftar Program Cari Jodoh di Blitar Membeludak, Ada yang Janda dan Duda

Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata melalui Kasat Lantas Polres Batu AKP Kevin Ibrahim mengatakan bahwa ribuan penindakan itu menyasar para pengendara yang melanggar lalu lintas.

Di mana Satlantas Polres Batu telah menargetkan 7 prioritas pelanggaran utama.

Sasaran prioritas itu antara lain, menggunakan ponsel saat berkendara, pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur, boncengan lebih dari satu, tidak menggunakan helm untuk roda dua dan safety belt untuk roda empat.

Selanjutnya, pelanggaran prioritas lain adalah pengemudi kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol, melawan arus lalu lintas hingga ngebut saat berkendara.

Baca Juga :Akan Disulap dengan Wajah Baru, Begini Kondisi Wisata Watu Lawang Saat ini

“Ribuan pelanggaran yang kami tindak baik dalam bentuk teguran atau tilang itu karena melakukan pelanggaran yang masuk dalam prioritas selama Operasi Patuh Semeru,” ujar Kevin, Kamis (24/7/2025).

Kevin menambahkan, sejauh ini pelanggaran yang paling banyak ditemui oleh petugas kepolisian adalah pengendara motor yang tidak mengenakan helm serta pengendara mobil tidak memakai safety belt

“Tidak memakai helm untuk roda 2 dan tidak memakai safety belt utk roda 4 yang paling banyak,” imbuhnya.

Operasi Patuh Semeru 2025 yang masih berlangsung hingga 27 Juli 2025 mendatang ini digelar untuk menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, dan ketertiban lalu lintas.

Baca Juga :Akan Disulap dengan Wajah Baru, Begini Kondisi Wisata Watu Lawang Saat ini

“Harapan kami melalui operasi ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas kedepannya. Sehingga resiko kecelakaan bisa berkurang,” pesan Kevin.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *