Sirekap Terkendala, Petugas KPPS di Kabupaten Tulungagung Pulang Subuh

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pelaksanaan Pemilu 2024 di Tulungagung banyak dikeluhkan oleh petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) lantaran adanya kendala pada aplikasi Sirekap. Kendati demikian, sampai saat ini pasangan Prabowo – Gibran unggul telak dengan memperoleh 66,55 persen suara.

 

Berdasarkan pantauan, proses rekapitulasi surat suara presiden di Tulungagung sudah mencapai sebanyak 61,54 persen yang mana pasangan Prabowo – Gibran unggul dengan perolehan 66,55 persen suara. Sedangkan pasangan Anis – Muhaimin memperoleh 9,06 persen suara dan pasangan Ganjar – Mahfud mendapat 24,39 persen suara.

Read More

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tulungagung, Muchammat Amarodin mengatakan, petugas KPPS sendiri memang bekerja selama 24 jam selama pelaksanaan pencoblosan, penghitungan hingga rekapitulasi surat suara kemarin. Hal itu dikarenakan adanya kendala pada aplikasi Sirekap.

 

Selama pelaksanaan Pemilu 2024, dia sempat melakukan kunjungan pada beberapa tempat pemungutan suara (TPS) di Tulungagung yang mana banyak keluhan atas aplikasi tersebut. Hal itu dikarenakan aplikasi yang tersendat selama proses rekapitulasi suara yang diduga karena server sedang down.

“Kemungkinanya server down, apalagi memang aplikasi itu digunakan secara bersamaan oleh seluruh TPS yang ada di Indonesia,” kata Muchammat Amarodin, Kamis (15/2/2024).

 

Akibat dari kendala itu, Amar menyebut, rata-rata petugas KPPS di Tulungagung baru bisa pulang sekitar pukul 02.00 WIB sampai 03.00 WIB pagi tadi. Padahal sebenarnya, proses penghitungan dan rekapitulasi plano sendiri mayoritas selesai sekitar pukul 22.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB dini hari.

Namun dikarenakan adanya kendala pada saat proses pengisian Sirekap, hal itu membuat petugas KPPS terpaksa pulang pagi lantaran tigasnya belum selesai. Beruntung sejauh ini belum ada laporan adanya petugas KPPS yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit imbas dari bekerja secara berlebih.

 

“Kalau ada laporan petugas yang sakit dan harus dirujuk ke rumah sakit, kami pastikan akan segera kami bantu untuk pengurusan biayanya melalui BPJS,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Tulungagung, Susanah mengamini jika aplikasi Sirekap memang mengalami sedikit kendala yang membuat petugas KPPS sulit mengakses. Sementara waktu, petugas KPPS sendiri tetap bisa mengunggah hasil rekapitulasi secara offline.

 

Menurut Susanah, apabila selama berhari-hari tetap ada kendala pada aplikasi Sirekap, nantinya akan ada jalan keluar dengan teknis lain utamanya upload Sirekap secara offline yang tetap dianggap sah. Mengingat proses pemungutan, penghitungan hingga rekapitulasi harus terus berjalan sesuai jadwal.

 

“Biarpun Sirekap tidak bisa diakses, tidak menghambat proses pungut, hitung dan rekap di TPS, jadi harus tetap berjalan sesuai jadwal. Kalau Sirekap tidak bisa dipakai, offlinenya tetap bisa diakses dengan mengirim file PDF yang bisa diedit,” kata Susanah.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *