Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Pengamanan pelaksanaan kegiatan penyortiran dan pelipatan surat suara pemilu di gudang KPUD Trenggalek dipertebal. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi gangguan yang dapat menghambat jalannya tahapan pemilu.
“Dari yang biasanya 2-3 orang, namun karena ada kegiatan ini personel pengamanan ditambah jadi 10 orang, termasuk polisi wanita,” kata Kabagops Polres Trenggalek Kompol Suyono di Gudang KPUD Trenggalek di Desa Nglongsor Kecamatan Tugu, Minggu (7/1).
Penebalan lapisan pengamanan itu dilakukan karena proses sortir dan pelipatan itu melibatkan para pekerja yang jumlahnya mencapai 100 orang yang terbagi dalam 10 kelompok. Sebelum masuk ke dalam gedung, mereka terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan dan dibekali tanda pengenal.
“Beberapa barang seperti tas, jaket maupun benda tajam lainnya yang dapat merusak surat suara wajib disisihkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan dan relatif jauh,” imbuhnya.
Dengan penebalan pengamanan itu, pria yang juga menjabat sebagai Karendalops Mantap Brata Semeru 2023-2024 itu berharap dapat mempermudah serta meningkatkan jangkauan pengawasan. Dengan pengetatan pengawasan itu, potensi – potensi gangguan yang dapat menghambat jalannya tahapan pemilu dapat diminimalisir.
“Pengamanan dan pengawasan dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan sortir dan pelipatan surat suara dapat berjalan dengan baik dan lancar serta mencegah kemungkinan terjadinya perbuatan atau tindakan yang dapat mengganggu jalannya Pemilu 2024,” pungkasnya.
Untuk diketahui, sebelumnya KPU Kabupaten Trenggalek telah menerima kedatangan logistik Pemilu 2024 berupa surat suara Pemilu DPRD Kabupaten Trenggalek sejumlah 1.204 boks yang berisi total 606.521 lembar. Keseluruhan surat suara disimpan di gudang KPU dengan pengamanan ketat dari Kepolisian.
Reporter : Angga Prasetya
Editor :



















