Jombang, SEJAHTERA.CO – Berbeda dengan komoditas palawija, beberapa komoditas buah-buahan memiliki keuntungan dalam proses penanaman dan umur panen yang lebih panjang. Hal ini membuat salah satu warga Jombang memiliki buah belimbing untuk dijadikan komoditas budidaya.
Melihat peluang usaha harus bisa jeli. Seperti salah satunya Sukarno warga Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno ini. Dirinya berani merubah sawahnya untuk dijadikan budidaya buah belimbing. Kini sekali panen dirinya berhasil meraup jutaan rupiah.
Saat melintas area persawahan di Desa Karanglo, Kecamatan Mojowarno ada salah satu yang menarik perhatian. Pasalnya, ada satu petak sawah yang cukup luas yang menanam ratusan pohon belimbing.
Terlihat di dalam kebun tersebut sejumlah orang tampak sibuk memanen buah belimbing yang sudah berwarna kuning -kuning itu. Buah yang besar-besar satu persatu dipetik dan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah ada di bawahnya.
Pemilik kebun yang menggunakan kaos merah tampak jeli melihat buah-buah belimbing ya sudah siap panen. “Baru tahun 2017 saya mencoba budidaya buah belimbing ini. Alhamdullilah hasilnya juga memuaskan,” ungkap Sukarno saat ditemui di kebunnya pada Rabu (29/11/2023) siang.
Dirinya dibantu tiga pegawainya memetik buah belimbing di ratusan pohon milik Sukarno. “Awalnya ini sawah seluas sekitar 5.000 meter persegi. Saya dulunya tanam palawija tapi saya ganti belimbing,” bebernya.
Ia berganti lebih memilih menanam buah belimbing ini dikarenakan ia ingin sekali menanam akan tetapi panennya terus berulang-ulang. Terlebih lagi, perawatan buah belimbing ini sangat mudah dan tidak membutuhkan pupuk yang terlalu banyak.
“Kalau palawija kan ongkos tanam juga tinggi jadi saya inisiatif untuk mengubah sawah saya menjadi kebun belimbing ini,” paparnya.
Saat ini dirinya membudidaya dua jenis buah belimbing yakni jenis Bangkok merah dan F3. Menurutnya buah jenis tersebut sangat diminati masyarakat karena rasa buah yang segar dan manis
“Belimbing ini dalam satu tahun bisa dipanen selama 4 kali. Bisa juga panen setiap hari, tergantung kita mengatur cara tanamnya,” ungkapnya.
Dikatakannya, meski perawatan tidak sulit, tapi Sukarno harus tetap waspada terkena lalat buah. “Ya kalau sudah terkena lalat buah ini sangat berpengaruh terhadap hasil panennya,” bebernya.
Diungkapkannya, dalam sekali panen dirinya bisa mendapat minimal 4 kuintal buah belimbing. “Kalau hasil panen ini tidak menentu tergantung cuaca juga. Paling tidak 4 kuintal sekali panen,” bebernya.
Untuk harga, Sukarno menjual buahnya dibagi tiga macam tergantung besar ukuran buah belimbingnya.
“Grade A paling besar itu Rp 10 ribu per kg, grabe b Rp 8 ribu dan yang paling kecil grade c ini Rp 6 ribu per kg,” katanya. Permintaan meningkat, itu pada saat musim lebaran. Karena banyak warga yang mudik dan menjadikan buah belimbing ini oleh-oleh.
“Kalau tidak ya dipasarkan ke sekitar Jombang saja. Itu saja sudah habis,” katanya. Dalam satu kali panen, Sukarno bisa berhasil meraup jutaan rupiah. “Pendapatan bersih sekali panen bisa Rp 6-7 juta,” pungkasnya.
Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas



















