Tak Ada Pembangunan RTH, Hanya Fokus Pemeliharaan, Ini Kata DLH Kabupaten Tulungagung

Tak Ada Pembangunan RTH, Hanya Fokus Pemeliharaan, Ini Kata DLH Kabupaten Tulungagung

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pada tahun 2024 mendatang, dipastikan jika keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Tulungagung tidak akan mengalami penambahan. Pasalnya, anggaran untuk RTH tahun depan hanya difokuskan untuk pemeliharaan saja.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Dedy Eka Purnama mengatakan, pada tahun 2024 mendatang, DLH hanya mendapat anggaran senilai Rp 800 juta yang diperuntukkan bagi RTH. Diketahui, Tulungagung memiliki 14 RTH yang tersebar pada beberapa wilayah.

Dikarenakan minimnya anggaran yang didapat, dana ratusan juta yang bersumber dari APBD Kabupaten Tulungagung itu nantinya hanya difokuskan untuk pemeliharaan belasan RTH tersebut selama satu tahun. Hal itu tentunya membuat DLH Tulungagung tidak bisa melakukan pembangunan RTH baru.

Read More

“Tahun depan kami belum ada rencana untuk menambah RTH di Tulungagung, sehingga fokus kami hanya melakukan pemeliharaan rutin terhadap 14 titik RTH yang sudah ada,” kata Dedy Eka Purnama, Minggu (17/12/2023).

Dedy mengatakan, karena keterbatasan anggaran, rehabilitasi RTH yang kondisinya memprihatinkan lebih penting dibandingkan membangun RTH baru di Tulungagung.

Pasalnya, selain menghabiskan banyak anggaran, pembangunan RTH baru harus disertai komitmen yang kuat dari daerah, pemerintah desa/kelurahan sampai masyarakat untuk merawatnya. Terlebih lagi, biaya untuk melakukan pemeliharaan terhadap RTH juga tidak sedikit.

“Karena taman berbeda dengan gedung yang mungkin bisa dibiarkan beberapa tahun, setiap tahun bahkan bulan taman harus ada perawatan rutinnya,” ungkapnya.

Secara teknis, anggaran senilai Rp 800 juta itu akan digunakan untuk memaksimalkan pemeliharaan rutin yang bersifat minor saja. Hal itu dikarenakan memang belasan RTH yang ada di Tulungagung memerlukan pemeliharaan rutin.

Pemeliharaan rutin itu seperti mengganti pompa atau pipa air, mengganti atau menambah tanaman, perbaikan alat potong rumput, hingga pembelian BBM untuk operasional. Sayangnya, pemeliharaan rutin tersebut tidak untuk taman bermain yang sudah tersedia yang kondisinya juga perlu perawatan.

“Seperti taman Hutan Kota (Huko) dan RTH Moyoketen yang saat ini juga sudah waktunya perawatan. Kalau perawatan untuk taman bermainnya belum, tetapi kalau ada gelontoran sumber dana lain, bisa kami arahkan ke sana,” pungkasnya.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *