Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Produksi perikanan budidaya di Kabupaten Trenggalek ditarget tembus 4.860,18 ton pada tahun 2024.
Target itu menjadi tantangan bagi para petani ikan mengingat saat ini tengah mengalami fenomena bediding sehingga berpengaruh pada produksi perikanan.
Baca Juga : Tolak Alat Kontrasepsi Pelajar, Komisi C DPRD Kota Batu: Bertentangan Ideologi Bangsa
“Pada saat musim kemarau terjadi fluktuasi suhu yang tinggi, terutama saat ini sedang musim bediding. Hal ini rawan menimbulkan penyakit pada ikan budidaya,” kata Kepala Dinas Perikanan Trenggalek, Cusi Kurniawati.
Adapun penyakit yang sering menyerang di musim kemarau, lanjut Cusi adalah jamur dan bakteri Aeromonas dengan gejala klinis yang lazim disebut cacar.
Untuk menanggulangi itu, pihaknya rutin melaksanakan kunjungan pelayanan ke pembudidaya ikan melalui sebuah inovasi berbasis web yang dinamakan MAS KOKI.
Baca Juga : Debit Air Terus Susut, 12 Embung Terancam Kering, Ini Catatan Dinas PUPR Jombang
“Atau monitoring kualitas air kolam, obat ikan kimia dan bahan biologi dan hama penyakit ikan sehingga diharapkan panennya bisa berhasil,” imbuhnya.
Disamping itu, dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia pembudidaya ikan selalu dilakukan pembinaan, pendampingan, pelatihan atau bimtek.
Hal itu dilakukan dalam rangka meningkatkan angka kelangsungan hidup ikan budidaya (survival rate) utamanya ditengah musim bediding yang mempengaruhi kondisi kesehatan ikan.
Baca Juga : Lahan Organik Diperluas, Tingkatkan Produksi Padi Sehat di Kabupaten Trenggalek
“Selain itu kami juga setiap tahun memberikan bantuan sarana dan prasarana serta peralatan penunjang budidaya ikan. Seperti benih ikan, pakan, sampai dengan peralatan penunjang dan obat-obatan,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah itu, pihaknya berharap realisasi produksi semester dua dapat tercapai seperti semester pertama.
Pada semester pertama, Trenggalek mencatatkan hasil perikanan budidaya sebanyak 2.323,98 ton atau 47 persen dari target.
Baca Juga : Lima Hari Kerja Puskesmas Trenggalek Masih Pembahasan
Jumlah itu mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Sedangkan untuk awal tahun sampai akhir Juni 2023 sebesar 2.293,75 Ton, sehingga jika dibandingkan terjadi peningkatan namun tidak signifikan,” jelasnya.
Dari capaian itu, fluktuasi bulanan pada semester pertama itu menunjukkan hasil yang stabil.
Ia berharap pada semester dua ini dapat meningkatkan hasil produksi di tengah tantangan fenomena bediding di puncak musim kemarau. Meskipun begitu, pihaknya optimis target itu dapat tercapai.
Baca Juga : Sempat Dikira Sampah, Ternyata Jasad Bayi di Pinggir Jalan Mojoagung Jombang
“Kalau komoditas yang jadi unggulan lele, gurami dan patin. Semoga sampai dengan akhir Desember nanti target produksi budidaya bisa tercapai,” pungkasnya.



















