Jombang, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Kapabilitas Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) se-Kabupaten Jombang.
Acara yang berlangsung di Gedung KPRI Sejahtera ini juga dihadiri oleh Pj Bupati Jombang Sugiat. Dalam kesempatannya, pria yang pernah menjabat sebagai Kabinda Sulawesi Barat ini juga memberikan pembekalan dasar intelijen dan menekankan pentingnya membangun budaya waspada.
Selain Pj Bupati Jombang Sugiat, acara ini juga dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Purwanto, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Anwar, Ketua FKDM Kabupaten Jombang KH. Mustain Hasan, serta sejumlah Kepala OPD terkait.
Dalam sambutannya, Kepala Kesbangpol Jombang Anwar, mengungkapkan bahwa anggota FKDM membutuhkan bimbingan dalam menjalankan tugas mereka, terutama terkait deteksi dini. Ia menyatakan bahwa FKDM sangat beruntung memiliki Pj Bupati yang berpengalaman dalam bidang intelijen.
“FKDM bangga terhadap Pak Pj Bupati saat ini, karena kalau diumpamakan bapaknya FKDM ini sebenarnya adalah intelijen. Apalagi saat ini FKDM benar-benar punya bapak yang orang intelijen. Alhamdulillah tanpa harus ke Jakarta, Allah SWT sudah menghadirkan Pak Sugiat untuk Jombang,” ungkap Anwar, Rabu (15/5/2024).
Sementara, Pj Bupati Jombang Sugiat menyampaikan terima kasih atas kontribusi dan kerjasama FKDM dalam memelihara ketenteraman dan ketertiban di Kabupaten Jombang. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi FKDM dengan Pemkab Jombang dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan kerukunan nasional.
Dalam memberikan pembekalan dasar intelijen, Sugiat menjelaskan makna intelijen secara praktikal. “Intelijen adalah informasi yang diolah. Melalui Badan Intelijen Negara, informasi ini disampaikan kepada Presiden RI sebagai dasar dalam membuat kebijakan,” ujarnya.
Sugiat juga mengingatkan pentingnya deteksi dini dalam menjaga stabilitas dan keamanan. Ia menekankan bahwa FKDM harus mampu mendeteksi potensi ancaman sebelum terjadi, sehingga tindakan pencegahan bisa segera dilakukan.
Pj Bupati Jombang juga menyampaikan pentingnya ideologi Pancasila dengan mengutip dialog antara Bung Karno dan Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito. Ia menekankan bahwa memiliki tentara yang kuat tidak menjamin ketahanan suatu negara, tetapi memiliki ideologi yang kuat seperti Pancasila adalah kunci ketahanan Indonesia.
“Kisah tersebut seharusnya menjadi pedoman FKDM untuk selalu ingat pentingnya ideologi negara dan penerapan nilai-nilai Pancasila menjadi kenyataan,” tutup Sugiat sambil menggelorakan semangat FKDM dengan jargon Giat Kerja, Giat Pantau, Giat Cegah Dini.
Reporter: Agung Pamungkas
Editor: Gimo Hadiwibowo



















