Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Kabupaten Tulungagung akhirnya mendapat jatah alokasi vaksin untuk menangani Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Namun sayangnya, diketahui jika alokasi vaksin PMK yang didapat itu rupanya masih jauh untuk memenuhi kebutuhan bagi ternak di Tulungagung.
Baca Juga :Oknum Kiai Cabul Terancam Hukuman Penjara 15 Tahun
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Tulungagung, Mulyanto mengatakann, Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sudah mengirimkan jatah alokasi vaksin PMK untuk Tulungagung kurang lebih 10.500 dosis.
Sayangnya jatah tersebut rupanya dianggap masih belum untuk mencukupi total kebutuhan secara keseluruhan untuk di Tulungagung. Pasalnya, jumlah populasi sapi yang ada di Tulungagung mencapai 123 ribu ekor dan sebanyak 26 ribu ekor diantaranya merupakan sapi perah.
Baca Juga :Izin Arema FC Ngandang di Stadion Supriyadi Hanya Tiga Lag, Ini Kata Dispora Kota Blitar
“Jumlah yang kami terima sebanyak 10.500 dosis, ini hanya mencakup sebagian kecil kebutuhan. Apalagi total populasi ternak sapi di Tulungagung ada sebanyak 123 ribu ekor,” kata Mulyanto, Senin (20/1/2025).
Setelah menerima jatah vaksin, puluhan ribu dosis tersebut sudah didistribusikan ke setiap pusat kesehatan hewan (Puskeswan) yang tersebar di Tulungagung. Kemudian nantinya, setiap petugas Puskeswan akan turun untuk melakukan vaksinasi langsung di setiap kandang sapi milik masyarakat.
Baca Juga :Lokasi Judi Sabung Ayam di Jatikalen Diobrak-abrik Polisi, ini Barang yang Disita!
Selain itu, pihaknya juga mendorong para peternak untuk melakukan vaksinasi secara mandiri untuk melindungi ternak mereka dari ancaman PMK tanpa perlu menunggu vaksin dari pemerintah. Dimana biaya vaksinasi mandiri tersebut diperkirakan sebesar Rp 28 ribu untuk setiap satu ekor sapi.
“Vaksin dari Pemprov Jawa Timur sudah kami distribusikan ke masing-masing Puskeswan. Kami meminta agar para peternak bersabar jika tidak kebagian jatah vaksin. Namun juga jika tidak sabar, ada opsi vaksinasi secara mandiri,” ungkapnya.
Baca Juga :Selama 2024, Ratusan Bencana Melanda Ponorogo, ini Wilayah yang Paling Banyak Terdampak
Sedangkan mengenai penutupan Pasar Hewan Terpadu (PHT), Mulyanto menyebut, tren penyebaran kasus PMK di Tulungagung mulai mengalami penurunan. Pasalnya, sejauh ini tercayat ada 98 kasus PMK di Tulungagung, sebanyak enam ekor sapi dipotong paksa dan tiga lainnya mati karena PMK.
Menurut Mulyanto, atas merebaknya lagi kasus PMK di Tulungagung, pihaknya menghimbau agar para peternak di Tulungagung rutin menjaga kandang ternaknya agar tetap steril. Selain itu, pihaknya juga meminta agar para peternak tidak mendatangkan hewan ternak dari luar daerah Kabupaten Tulungagung.
Baca Juga :Presiden Prabowo Subianto Resmikan Proyek Pembangkit Listrik Disebut sebagai Terbesar di Dunia
“Penutupan aktivitas di pasar hewan memberikan dampak positif dalam menekan angka kasus PMK. Namun yang terpenting jangan mendatangkan ternak dari luar wilayah terutama dari daerah yang redzone nya PMK,” pungkasnya.



















