Terpeleset dan Bentur Bebatuan di Sungai, Kakek Pikun Tewas Mengapung

Terpeleset dan Bentur Bebatuan di Sungai, Kakek Pikun Tewas Mengapung
Petugas saat mengevakuasi jenazah Sunaryo dari Sungai  Lekso. (imms)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Warga Dusun Beraden, Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar  geger. Pasalnya, di Sungai  Lekso setempat ditemukan  sesosok kakek yang sudah meninggal dalam kondisi kaku  dan mengapung di Sungai.

Baca Juga :Calon Dirtek Timnas Indonesia Masih Jadi Teka Teki dan Diumumkan Akhir Februari 2025, Masak Shin Tae-yong?

Informasi yang berhasil dihimpun Koran Memo menyebutkan, kejadian penemuan mayat itu pada Selasa (21/1/2025) sekitar pukul 10.30.  Lokasi penemuan di Sungai Lekso yang  mengalir dari  Gunung Kelud.  Belakangan diketahui, mayat diketahui Bernama Sunaryo Giran (75) warga  Dusun Jatimulyo, Desa Jatitengah, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar.

Read More

“Korban  memang sering pikun hingga sering tersesat. Jenazah sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” kata Kepala Seksi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi.

Dia menjelaskan, penemuan mayat berawal keika Farel Rendi dan Alfa Aris, warga setempat tengah mancing di Sungai.  Ketika asyik mancing, kaget mendapati sesok tubuh terbujur di pinggir Sungai.

Baca Juga :Wabup Kediri Hadiri Launching Program Ketahanan Pangan Tanam Jagung

Setelah didekati ternyata kondisinya sudah meninggal dunia. Selanjutnya kedua saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke ketua RT  dan diteruskan ke  kantor polisi. “Polisi olah tempat kejadian perkara. Diduga terpeleset  dan  membentur batu di Sungai,” katanya.

Untuk diketahui, lokasi kejadian adalah anak Sungai Lekso. Kedalamannya hanya 30 sentimeter tetapi banyak bebatuan. Pada saat ditemukan korban berada di dalam air kedalam kurang lebih 30 sentimeter  dengan posisi tengkurap.

Pada saat ditemukan korban menggunakan pakaian kaus warna kuning, celana pendek coklat.  Korban korban sudah berusia 75 Tahun dan mempunyai penyakit pikun sehingga sering tersesat tidak bisa pulang ke rumah.

Baca Juga :Sukseskan Asta Cita, Polres Batu Gelar Penanaman Serentak Jagung di Lahan 1 Juta Hektare

Hasil pemeriksaan polisi  dan petugas kesehatan Puskesmas Selopuro didapati luka pada bagian mata sebelah kiri, kepala bagian belakang, yang berakibat mengeluarkan darah pada saat dilakukan evakuasi.

Selaian itu juga didapati luka-luka lecet pada bagian tangan, kaki.  Hasil pemeriksaan dari petugas kesehatan luka-luka tersebut diduga akibat benturan dengan batu-batu yang ada di sungai dan kematian korban di duga sudah sekitar 8-12 jam.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *