Blitar, SEJAHTERA.CO – Warga Dusun Beraden, Desa Mronjo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar geger. Pasalnya, di Sungai Lekso setempat ditemukan sesosok kakek yang sudah meninggal dalam kondisi kaku dan mengapung di Sungai.
Informasi yang berhasil dihimpun Koran Memo menyebutkan, kejadian penemuan mayat itu pada Selasa (21/1/2025) sekitar pukul 10.30. Lokasi penemuan di Sungai Lekso yang mengalir dari Gunung Kelud. Belakangan diketahui, mayat diketahui Bernama Sunaryo Giran (75) warga Dusun Jatimulyo, Desa Jatitengah, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar.
“Korban memang sering pikun hingga sering tersesat. Jenazah sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan,” kata Kepala Seksi Humas Polres Blitar Ipda Putut Siswahyudi.
Dia menjelaskan, penemuan mayat berawal keika Farel Rendi dan Alfa Aris, warga setempat tengah mancing di Sungai. Ketika asyik mancing, kaget mendapati sesok tubuh terbujur di pinggir Sungai.
Baca Juga :Wabup Kediri Hadiri Launching Program Ketahanan Pangan Tanam Jagung
Setelah didekati ternyata kondisinya sudah meninggal dunia. Selanjutnya kedua saksi segera melaporkan kejadian tersebut ke ketua RT dan diteruskan ke kantor polisi. “Polisi olah tempat kejadian perkara. Diduga terpeleset dan membentur batu di Sungai,” katanya.
Untuk diketahui, lokasi kejadian adalah anak Sungai Lekso. Kedalamannya hanya 30 sentimeter tetapi banyak bebatuan. Pada saat ditemukan korban berada di dalam air kedalam kurang lebih 30 sentimeter dengan posisi tengkurap.
Pada saat ditemukan korban menggunakan pakaian kaus warna kuning, celana pendek coklat. Korban korban sudah berusia 75 Tahun dan mempunyai penyakit pikun sehingga sering tersesat tidak bisa pulang ke rumah.
Baca Juga :Sukseskan Asta Cita, Polres Batu Gelar Penanaman Serentak Jagung di Lahan 1 Juta Hektare
Hasil pemeriksaan polisi dan petugas kesehatan Puskesmas Selopuro didapati luka pada bagian mata sebelah kiri, kepala bagian belakang, yang berakibat mengeluarkan darah pada saat dilakukan evakuasi.
Selaian itu juga didapati luka-luka lecet pada bagian tangan, kaki. Hasil pemeriksaan dari petugas kesehatan luka-luka tersebut diduga akibat benturan dengan batu-batu yang ada di sungai dan kematian korban di duga sudah sekitar 8-12 jam.



















