Tes SKD CPNS Berakhir, BKPSDM Kota Madiun: Rata-rata 10 Peserta Tidak Mengikuti Seleksi 

Tes SKD CPNS Berakhir, BKPSDM Kota Madiun: Rata-rata 10 Peserta Tidak Mengikuti Seleksi 
Peserta tes SKD CPNS di Kota Madiun (Istiimewa)

Madiun, SEJAHTERA.CO –  Sesi pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2024 di titik lokasi (tilok) Kota Madiun resmi berakhir, Rabu (6/11/2024).

Baca Juga :Hibah Lahan dan Bangunan Baru Polsek Ngantru Terus Bergulir, Ini Penjelasan BPKAD Kabupaten Tulungagung

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Madiun, Haris Rahmanudin mengatakan, sejauh ini pelaksanaan berjalan lancar hingga hari terakhir.

Read More

“Peserta seleksi untuk formasi CPNS Kota Madiun mendapatkan jadwal dua hari. Yakni, sesi keempat pada tanggal 5 dan dan sesi pertama di tanggal 6 November,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, setidaknya ada 761 peserta untuk 52 formasi yang dibuka. Namun, hanya sekitar 500 peserta yang mengikuti tes di Kota Madiun. Selebihnya memilih tilok di luar Kota Madiun.

Baca Juga :Dua Pelajar SMKN Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan, Kasatlantas Polres Tulungagung: Kedua Korban Belum Punya SIM

Ia menyebut, selalu ada peserta yang gagal mengikuti tes pada tiap sesi. Bukan hanya untuk formasi di Kota Madiun. Tetapi juga untuk formasi daerah lain. Di tilok Kota Madiun total terdapat 70 sesi.

“Rata-rata ada 10 sampai 12 peserta yang tidak mengikuti di tiap sesi. Mulai tidak hadir dan hadir tetapi terlambat,” bebernya.

Termasuk peserta untuk formasi CPNS Kota Madiun. Pada sesi keempat Selasa kemarin setidaknya ada 12 peserta yang tidak mengikuti seleksi. Sementara pada sesi pertama Rabu ini jumlahnya lebih banyak.

Baca Juga :Lubang Misterius di Tengah Aliran Sungai Desa Dawuhan, Ini Kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar

Haris menyebut setelah jadwal pengambilan pin ditutup, peserta yang belum datang dipastikan tidak bisa mengikuti seleksi dan dipastikan gugur.

“Hari ini sepertinya lebih banyak lagi. Tetapi masih kita tunggu sampai jadwal pengambilan pin ditutup,” jelasnya.

Terkait kecurangan, ia memastikan tidak bisa dilakukan. Sebab, ada pengawasan berlapis. Mulai dari pencocokan wajah peserta dengan foto peserta dan KTP.

Baca Juga :Debat Dihentikan KPU, Giliran Tim Rizky Mengadu ke Bawaslu Kabupaten Blitar

Selain itu seluruh alur pelaksanaan juga diawasi CCTV. Peserta juga hanya diperbolehkan membawa KTP dan kartu peserta ujian di lokasi seleksi.

“Saya kira sudah cukup berlapis ya dan untuk kecurangan saya kira sangat sulit dilakukan,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *