Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung saat ini terus berupaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tulungagung dengan berbagai cara. Bahkan diketahui, Pemkab Tulungagung juga membuka peluang investasi yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Pejabat (Pj) Bupati Tulungagung, Heru Suseno mengatakan, saat ini banyak potensi-potensi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan PAD Kabupaten Tulungagung. Hal ini dilakukan karena Tulungagung kerap bergantung pada anggaran dari Pemerintah Pusat/Provinsi.
Pasalnya, tahun 2023 saja PAD Tulungagung hanya sebanyak Rp 580 miliar, sedangkan kebutuhan belanjanya senilai Rp 3,08 triliun. Demi mencukupi sisa kebutuhan belanjanya, berarti kerap menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Maka dari itu, mulai sekarang, Pemkab Tulungagung harus mulai menggali potensi-potensi yang ada demi peningkatan PAD,” kata Heru Suseno, Rabu (21/2/2024).
Salah satu potensi peningkatan PAD yang mulai terlihat, salah satunya yakni kawasan Pantai Selatan (Pansela) atau Jalur Lintas Selatan (JLS). Pasalnya, dengan terbukanya jalur tersebut, potensi wisata-wisata yang baru tentu turut terbuka dan bisa dimanfaatkan.
Demi membangun kawasan selatan Kabupaten Tulungagung usai terhubungnya JLS, pihaknya bahkan membuka peluang adanya investor asing yang masuk. Dengan begitu, diyakini jika kawasan wisata di sana bisa berkembang dan bersaing dalam menyumbang PAD.
“Kabupaten Tulungagung ini sebenarnya banyak potensi untuk mendongkrak PAD, salah satunya melalui sektor wisata. Kita punya wisata pegunungan dan wisata pantai yang bagus, itu sudah paket lengkap,” ungkapnya.
Selain sektor wisata, Heru menyebut, sebenarnya saat ini terdapat dua investor yang tertarik untuk masuk dan berinvestasi di Kabupaten Tulungagung. Salah satunya yakni investor dari perusahaan yang mengolah plastik bekas, sedangkan satunya lagi perusahaan penyedia billboard.
Secara teknis, untuk investor dari perusahaan yang mengolah plastik bekas ini nantinya akan mengubah atau mendaur ulang plastik bekas tersebut menjadi benang. Diketahui, lokasi yang menjadi sasaran investor ini berada di kawasan Kecamatan Karangrejo.
“Saat ini perusahaan itu sedang memproses perizinannya melalui Online Single Submission (OSS), dan apabila sudah selesai, nilai investasi yang masuk bisa mencapai Rp 30 miliar,” ujarnya.
Sedangkan untuk investor penyedia jasa iklan billboard, konsepnya nanti mereka akan memasang iklan pada beberapa titik strategis di Tulungagung. Kemudian melalui pemasamgan billboard itu, warga di sekitar lokasi billboard akan mendapat kompensasi dengan membangun wilayah tersebut.
Kendati nilai investasinya kecil yakni hanya Rp 5 miliar, namun pihaknya menilai jika rencana investor tersebut tergolong bagus demi pembangunan daerah. Maka dari itu pihaknya ingin agar pemimpin daerah yang baru bisa meneruskan dan terus mengawal investasi tersebut.
“Untuk lebih lanjutnya kepala daerah terpilih yang akan datang yang nantinya akan merancang investasi ini secara detail. Kita memang harus membuka peluang investasi, karena kalau tidak begini, PAD kita hanya segitu-segitu saja,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















