TMMD ke 120 Trenggalek, Perbaiki Jalan Trenggalek – Ponorogo, Mas Syah: TNI Bantu Percepat Laju Pembangunan Daerah

TMMD ke 120 Trenggalek, Perbaiki Jalan Trenggalek – Ponorogo, Mas Syah: TNI Bantu Percepat Laju Pembangunan Daerah

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Akses jalan dari Kabupaten Trenggalek menuju Kabupaten Ponorogo via Desa Tanggaran Kecamatan Pule saat ini semakin mudah. Mudahnya akses mobilisasi itu tak lepas dari peran TNI dalam program (TNI Manunggal Membangun Desa) TMMD ke 120 di Trenggalek. Kehadiran mereka dinilai membantu laju pembangunan daerah.

Dalam program TMMD, akses jalan yang dibangun itu adalah Jalan Tanggaran – Ngandel yang berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo. TNI bersama masyarakat serta unsur terkait lainnya melakukan paving sepanjang 376 meter dengan lebar jalan 3,5 meter dan rabat jalan dengan panjang 500 meter dengan lebar jalan 3,5 meter.

Selain itu, di titik akhir dekat dengan balai desa juga dilakukan perbaikan infrastruktur sepanjang 432 meter dengan lebar jalan 4,5 meter. Selain jalan, TNI juga melakukan perbaikan tembok penahan jalan sebanyak tiga titik serta saluran air. Perbaikan jalan antar desa yang menghubungkan wilayah Cepoko Ponorogo itu untuk mempermudah mobilisasi.

Read More

“Terima kasih kepada Pak Danrem, Pak Dandim maupun pihak-pihak yang terlibat. Semoga ini membawa manfaat bagi masyarakat Trenggalek,” kata Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Natanegara saat meninjau pelaksanaan kegiatan TMMD ke 120 di Desa Tanggaran Kecamatan Pule.

Infrastruktur yang semakin mudah diharapkan Mas Syah, sapaan akrab wakil bupati itu dapat berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat. Masyarakat akan semakin mudah dalam melakukan mobilisasi hasil bumi maupun produksi susu mengingat daerah itu merupakan salah satu penghasil susu di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Trenggalek.

“Jalan merupakan salah satu akses penunjang perekonomian masyarakat di Tanggaran yang dikenal sebagai salah satu desa penghasil susu itu,” imbuhnya.

Tak hanya perbaikan ataupun pembangunan infrastruktur. Mas Syah menyebut kegiatan TMMD ke 120 di Trenggalek itu juga fokus pada kegiatan non fisik, diantaranya adalah peningkatan wawasan kebangsaan. Diantaranya adalah penyuluhan hukum, penangkalan bahaya radikalisme serta aspek lainnya.

“Ada infrastruktur, kemudian rumah tidak layak huni, terus wawasan kebangsaan dan sebagainya. Kami yakin ini akan membawa dampak positif untuk masyarakat Trenggalek khususnya masyarakat Desa Tanggaran,” pungkasnya.

Untuk diketahui, TMMD ke 120 di Trenggalek yang diikuti oleh TNI dari berbagai matra itu berlangsung selama 30 hari atau berakhir pada 6 Juni. Saat pembukaan TMMD beberapa waktu lalu, Danrem 081/DSJ Kolonel Inf Sugiyono menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan komponen bangsa lainnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk itu, program ini tidak hanya fokus pada perbaikan akses transportasi, tetapi juga pembangunan infrastruktur lainnya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Dengan kata lain, program itu menyasar kegiatan fisik maupun non fisik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program TMMD di sini memiliki 4 sasaran utama, yaitu pembangunan jalan, rabat, tembok penahan jalan, dan perbaikan rumah tidak layak huni,” kata dia.

Reporter : Angga Prasetya

Editor : Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *