Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sebuah toko laundry pakaian di Jalan Yos Sudarso masuk Kelurahan Tamanan Kecamatan/Kabupaten Tulungagung kebakaran pada Rabu (14/8/2024) malam. Akibat kejadian ini, kerugian yang dialami pemilik toko diperkirakan mencapai Rp 500 juta.
Baca Juga : Diduga Terpengaruh Miras, Pemuda Kediri, Mengamuk dan Nekat Panjat Tower Listrik hingga Puluhan Meter
Kasi Operasional dan Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, awalnya sekitar pukul 20.10 WIB, petugas mendapat laporan terkait adanya kebakaran. Mendapati laporan itu, petugas kemudian bergegas menuju tempat kejadian kebakaran (TKK).
Pada saat itu, pihaknya turut membawa dua armada mobil damkar dan dua truk tangki suplai air untuk membantu proses pemadaman yang dilakukan oleh petugas. Sedangkan yang mengalami kebakaran merupakan toko laundry pakaian sekaligus rumah pemilik toko laundry tersebut yakni ‘Tugas Laundry’
“Pemiliknya yakni pak Tugas, kami dapat laporan sekitar pukul 19.50 WIB jika tempat laundry milik pak Tugas itu mengalami kebakaran,” kata Bambang Pidekso, Kamis (15/8/2024).
Baca Juga :Lantai Kelas Mendadak Ambles, Aktifitas Mengajar Paud Anggrek Kota Batu Terganggu
Sekitar pukul 20.19 WIB, ungkap Bambang, petugas Damkar Tulungagung tiba di TKK, dimana saat itu kondisi api sudah membakar sebagian besar toko laundry tersebut. Hal itu dikarenakan di dalam toko laundry tersebut banyak barang yang mudah terbakar terutama pakaian pelanggan yang hendak di-laundry.
Selama proses pemadaman, petugas mendapati kendala yakni aliran listrik pada toko tersebut rupanya belum dimatikan, sehingga petugas harus berkoordinasi dengan PLN untuk mematikan arus listrik tersebut. Akibatnya, proses pemadaman dan pembasahan berlangsung cukup lama yakni selama satu jam lebih.
“Proses pemadaman selesai sekitar pukul 21.00 WIB. Kendalanya karena aliran listrik ternyata belum dimatikan, sehingga harus menunggu proses pemadaman itu,” ungkapnya.
Baca Juga :Pelatih dan Atlet Olimpiade Paris 2024 Terima Bonus dari Presiden Jokowi
Setelah api berhasil dipadamkan, jelas Bambang, pihaknya kemudian menggali informasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab kebakaran. Diketahui, ternyata sebelumnya, pegawai toko laundry tersebut hendak mengganti tabung gas pada mesin pengering.
Namun tiba-tiba, ada percikan api yang kemudian menyambar gas LPG tersebut, sehingga menimbulkan api dan dengan cepat membakar sebagian besar toko tersebut. Akibat kejadian ini, enam unit mesin cuci, empat unit mesin pengerin dan peralatan rumah tangga pemilik toko hingga pakaian pelanggan ludes terbakar.
Baca Juga :Proses Panjang TPA Baru, DLH Kabupaten Ponorogo: Tunggu Rekomendasi Turun
“Kami pastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tetapi kerugian yang ditimbulkan kerugian mencapai Rp 500 juta. Petugas kepolisian juga masih memastikan penyebab kebakaran ini,” pungkasnya.



















