Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Wajah baru Pasar Sebo di Desa Slawe, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek nantinya harus mampu menunjang daya tarik wisatawan. Sebab, pasar tradisional itu menjadi ‘pintu masuk’ para wisatawan yang ingin melancong ke destinasi wisata di pesisir Bumi Menak Sopal.
“Pasca dibangun kami berharap mendukung pariwisata dan produk pertanian seperti Durian,” kata Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Komidag) Kabupaten Trenggalek, Saniran.
Pasar itu, kata Saniran masih terbilang kumuh. Padahal letak pasar itu sangatlah strategis karena berada di dekat jalan utama menuju ke sejumlah destinasi wisata unggulan di Kecamatan Watulimo. Untuk itu pihaknya berharap wajah baru pasar itu segera terealisasi.
“Makanya perlu untuk ditata rapi agar menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mampir. Kondisi Pasar Sebo sendiri sudah banyak terjadi kerusakan di sana-sini, terutama struktur kayu yang sudah lapuk, serta kios yang masih menggunakan desain lama. Saluran drainase Pasar Sebo juga tidak jelas, kumuh memprihatinkan, padahal itu jadi wajahnya wisatawan masuk,” imbuhnya.
Saniran menyebut, wajah baru Pasar Sebo itu bakal terealisasi pada tahun ini setelah dapat angin segar dari Kementerian Perdagangan. Tahun lalu, pihaknya mengusulkan empat revitalisasi pasar, yaitu revitalisasi Pasar Ngares, revitalisasi Pasar Sukosari, revitalisasi Pasar Tugu tahap dua dan Pasar Sebo.
“Dalam perjalanan pengusulan, ternyata Kementerian Perdagangan memprioritaskan revitalisasi pasar yang tematik, sehingga yang diprioritaskan adalah Pasar Sebo,” ujarnya.
Dia menyebut pasar tematik adalah pasar yang dikembangkan sesuai dengan tema atau fokus tertentu yang jadi icon pasar. Pasar Sebo dipilih karena lokasinya ada di daerah wisata, selain itu pasar itu juga berada di Jalan Nasional Trenggalek – Tulungagung yang menjadi mobilitas wisatawan.
“Kami usulkan Rp 3 Miliar, semoga saja bisa realisasi karena memang usulannya ini lewat aplikasi dan kuotanya terbatas,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor : Dhita Septiadarma



















