Kediri, SEJAHTERA.CO – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati (Mbak Wali) berbagi pengalaman usai mengikuti retret di Lembah Tidar Akmil, Magelang sejak Sabtu (22/2/2025) hingga Jumat (28/2/2025).
Baca Juga :Hindari Motor Belok Sembarangan, Bus Madiun-Ponorogo Tabrak Bengkel Motor
Mbak Vinanda sapaan akrabnya bersama Wakilnya KH Qowimuddin Thoha disambut hangat jajaran Pemerintah Kota Kediri hingga relawan pada Jumat (28/2/2025) malam.
Mbak Vinanda membagikan pengalamannya selama mengikuti retret delapan hari di Magelang. Dia bersama 500 kepala daerah di Indonesia mendapat materi tentang membangun sinergisitas dengan daerah lain, terutama di Jawa Timur.
“Waktu itu saya satu tenda dengan Wali Kota Mojokerto, Bupati Banyuwangi dan Lumajang. Kami sering berdiskusi tentang potensi-potensi di kota kami masing-masing,” jelasnya.
Baca Juga :Status Kantor Imigrasi Kediri Berubah, Diperbolehkan Terapkan Pemeriksaan Keimigrasian
Mbak Vinanda menyampaikan, retret tersebut ada banyak mendapatkan ilmu hingga materi dari Presiden Prabowo Subianto dan para menteri terkait dengan programnya Asta Cita, ketahanan nasional, hingga wawasan kebangsaan.
Hal itu bertujuan agar pemerintah daerah bisa mensinkronkan dengan pemerintah pusat. Bahkan, juga belajar tentang menjaga persatuan dan kesatuan di tengah kebhinekaan karena Wali Kota Kediri itu tidak ingin masyarakat terpecah belah.
“Retret ini tujuannya yang pertama untuk meningkatkan pemahaman tugas pokok kepala daerah dan meningkatkan pemahaman terkait program asta cita,” ucapnya.
Mbak Wali mengaku, kegiatan selama di Magelang tersebut merupakan sarana untuk meningkatkan chemistry antar kepala daerah karena merupakan sesuatu yang sangat penting.
Baca Juga :Jelang Pengamanan Lebaran, Senjata Api dan Amunisi Anggota Polres Nganjuk Diperiksa
Menurutnya, ketika kepala daerah memiliki chemistry yang bagus tentunya ke depan bisa saling berkoordinasi bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun pusat.
“Ketika kita memiliki koordinasi dan sinergi yang baik, saya rasa apapun tantangan yang ada di daerah ini bisa digunakan,” ungkap Mbak Vinanda.
Selain itu juga, lanjut dia, bagaimana menciptakan good government di Pemerintah Kota Kediri dan tidak boleh sampai korupsi karena tugas yang penting adalah melayani masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi.
Di samping itu, ia juga mendapat materi tentang kesolidan dalam menata organisasi. Sebab, jika pemimpin dan anggotanya tidak solid itu akan susah.
Baca Juga :Bangga, 47 Siswa SMA Negeri 1 Kandat Diterima di PTN Melalui Jalur Prestasi
“Saya belajar, baik saya dan seluruh OPD di Kota Kediri ini harus solid agar apapun tantangan yang dihadapi,” pungkas Wali Kota Kediri.



















