Di hadapan petugas ganja seberat 1 kilogram lebih itu rencananya bakal dipakai sendiri. Selain itu juga bakal dijual. Karena keuntungannya menurutnya menggiurkan.
“Ganja dibeli seharga Rp 10 jutaan, dijual lagi dan bisa mengambil keuntungan dua kali lipat,” katanya.
Bisnis haram itu dilakukan dalam kurun waktu setahun ini. “Barang ganja ini akan kami jual lagi,” katanya.
Nah, dirinya bakal menjual ganja ke sejumlah pemakai. Pasalnya biasanya pada perayaan Tahun Baru 2024 permintaan ganja meningkat. Bahkan para pembelinya antre.
“Buat pesta tahun baruan,” pungkas pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang tambal ban. (ziz)



















