Jombang, SEJAHTERA.CO – Dua sejoli, AS alias Sukro (45), warga Desa Karangan, Kecamatan Bareng dan UH (38), warga Desa Senden, Kecamatan Peterongan, dibekuk aparat Satresnarkoba Polres Jombang.
Dari dua sejoli, polisi berhasil menyita barang bukti narkoba senilai lebih dari Rp 500 juta atau setengah miliar rupiah.
Kasatresnarkoba Polres Jombang AKP Ahmad Yani menjelaskan, dua sejoli tersebut ditangkap pada Sabtu (20/6/2024), sekitar pukul 21.00 WIB.
“Keduanya kami tangkap awalnya di depan Balai Desa Jombok, Kecamatan Kesamben pada Sabtu (20/6/2024), sekitar pukul 21.00 WIB,” ujar Ahmad Yani, Selasa (25/6/2024) malam.
Ahmad Yani menjelaskan, penangkapan keduanya dilakukan setelah pihaknya melakukan penyelidikan undercover. Saat itu, sejoli tersebut tengah mengendarai sebuah mobil berwarna putih bernomer polisi W 1149 SC, hingga kemudian dihentikan petugas.
“Dia sedang perjalanan untuk meranjau, mau mengedarkan posisinya, tim mengetahui kemudian melakukan penggerebekan,” bebernya.
Meski sempat mengelak, AS akhirnya tak bisa berkutik lagi saat polisi berhasil menemukan narkoba jenis sabu seberat 100 gram yang disimpan dalam jaketnya.
Dari penangkapan itu, polisi kemudian menggeledah rumah kos yang ditinggali keduanya di Desa/Kecamatan Sumobito. Dari penggeledahan itu, polisi kembali menemukan barang bukti narkoba seberat 284,5 gram.
“Jadi total barang bukti narkoba yang berhasil disita petugas adalah sabu 384,5 gram atau hampir 4 ons, kalau dirupiahkan lebih dari Rp 500 juta itu,” imbuhnya.
Selain menangkap tersangka dan menyita barang bukti sabu, polisi juga menyita mobil yang digunakan sejoli ini mengedarkan narkoba. “Status keduanya kini sudah jadi tersangka dan ditahan,” imbuhnya.
Akibat perbuatannya, keduanya kini juga harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Jombang. Polisi menjeratnya dengan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.
“Kasusnya juga masih dikembangkan untuk mengungkap jaringan di atasnya,” pungkasnya.
Reporter : Taufiqur Rachman
Editor: Gimo Hadiwibowo



















