Kasus Laka KA Tulungagung Meningkat, Mayoritasnya Terjadi di Perlintasan Sebidang

Kasus Laka KA Tulungagung Meningkat, Mayoritasnya Terjadi di Perlintasan Sebidang
Kondisi mobil Toyota Avanza nopol AG 1711 TH yang terlibat kecelakaan dengan KA Parcel PLB 282a di perlintasan JPL 243 masuk Desa Plosokandang, Kecamatan Kedungwaru.(isal/sejahtera,co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Kasus kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) yang melibatkan Kereta Api (KA) di Kabupaten Tulungagung pada tahun 2024 mengalami peningkatan. Atas kondisi ini, masyarakat di Tulungagung dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang.

Baca Juga : Mantan Sekjen PKB Lukman Edy Dilaporkan ke Polres Tulungagung

Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Mujiatno mengatakan, berdasarkan data laka lantas yang melibatkan KA di Tulungagung, sepanjang tahun 2023 tercatat hanya ada tiga kejadian saja. Diketahui dua kejadian terjadi di Desa Ketanon, Kecamatan Kedungwaru dan satu di Desa Buntaran, Kecamatan Ngunut.

Read More

Kejadian tersebut melibatkan satu pemotor dan dua orang pejalan kaki. Sementara dari dua korban, satu orang meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka. Namun selama delapan bulan terakhir di tahun 2024, kasus kecelakaan yang melibatkan KA di Tulungagung sudah empat kasus.

Baca Juga :Ancaman Kekeringan di Tulungagung Terus Meluas hingga Enam Kecamatan, Apa Tindakan BPBD

“Kasus laka lantas KA di tahun 2024 meningkat jika dibandingkan tahun 2023 kemarin. Pada saat itu sepanjang tahun 2023 hanya ada tiga kasus saja, sekarang ada empat kasus,” kata Iptu Mujiatno, jum’at (9/8/2024).

Berdasarkan laporan, ungkap Mujiatno, empat kejadian laka KA tersebut terjadi di Desa Aryojeding, Desa Rejotangan, Desa Ngantru dan Desa Plosokandang. Atas kejadian tersebut, setidaknya terdapat dua korban meninggal dunia yakni di TKP Ngantru dan Plosokandang, sedangkan dua korban di TKP lain selamat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *