Bunda PAUD Kabupaten Trenggalek Terima Penghargaan dari Kemendikbudristek

Bunda PAUD Kabupaten Trenggalek Terima Penghargaan dari Kemendikbudristek

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Bunda PAUD Trenggalek, Novita Hardini menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Apresiasi itu merupakan bentuk penghargaan Kemendikbudristek untuk memotivasi Bunda PAUD dalam melakukan inovasi layanan pendidikan anak usia dini.

Sekaligus mengumpulkan cerita praktik baik dari mitra-mitra dalam menyukseskan gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan.

Read More

“Alhamdulillah Kabupaten Trenggalek adalah salah satu Kabupaten yang terpilih mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendidikan untuk kinerja Bunda PAUD selama kurun kurang lebih satu tahun,” kata Novita Hardini, Rabu (8/11).

Menjadi salah satu daerah penerima penghargaan, Novita berharap, prestasi itu dapat memacu semangat kinerja Bunda-bunda Paud di Bumi Menak Sopal menjadi lebih baik. Sebab, tantangan mendorong terwujudnya transisi PAUD ke SD yang menyenangkan memiliki sejumlah tantangan, diantaranya adalah perlu proses adaptasi.

Namun disisi lain, konsep merdeka belajar itu memberikan banyak keunggulan.

“Selaku Bunda PAUD sangat-sangat berterima kasih dan bersyukur dengan adanya ajaran baru, bahwa calistung ditiadakan ketika anak-anak masuk SD. Merdeka belajar ini sangat mensupport anak-anak PAUD di setiap daerah bisa mengerti bahwa setiap proses belajar itu sangat-sangat menyenangkan,” imbuhnya.

Dengan kata lain, kata Novita, hal terpenting dalam pembelajaran itu adalah membuat anak mencintai tiap proses pembelajaran sehingga diyakini bakal mencetak sumber daya manusia yang lebih unggul, tak hanya soal akademik namun juga karakter.

Ia menyebut ada enam fondasi penting bagi anak yang harus terpenuhi. Salah satunya bagaimana anak-anak punya keberanian, kemandirian dan karakter yang percaya diri.

“Terus mau mencoba dan suka belajar yang harus ditangkap-kan oleh anak-anak sejak dini. Ketika anak-anak itu mandiri dan percaya diri, saya sebagai orang tua dan Bunda PAUD sangat percaya proses pembelajaran akan lebih mudah,” ujarnya.

Namun untuk mewujudkan kepercayaan diri pada anak itu perlu treatment khusus, salah satunya adalah memastikan anak terhindar dari potensi bullying baik dilingkungan sekolah maupun lingkungan tempat tinggal mereka.

Sebab kekerasan verbal itu berdampak buruk pada kualitas generasi penerus. Untuk itulah, Novita mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga generasi penerus dari potensi-potensi negatif.

“Dengan begitu harapan saya anak-anak bisa mendapatkan haknya dengan baik seperti pendidikan, hak untuk bisa bersuara meskipun mereka masih anak-anak. Dan mereka terlindungi dari segala bentuk kekerasan,” pungkasnya.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *