Menengok Sederet Terobosan Kebijakan Trenggalek hingga Antarkan Raih Penghargaan KLHK

Menengok Sederet Terobosan Kebijakan Trenggalek hingga Antarkan Raih Penghargaan KLHK
Pemkab Trenggalek saat meraih penghargaan (dok kominfo)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kabupaten Trenggalek meraih penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Penghargaan itu diberikan KLHK atas kebijakan daerah yang dinilai pro terhadap kelestarian lingkungan berkelanjutan. Lalu apa saja terobosan kebijakan itu ?

Baca Juga :Merinding ! Saat Ular King Cobra Sepanjang 2,5 Meter Intai Rumah Warga di Trenggalek

Read More

Kepala PKPLH Trenggalek, Muyono Piranata menyebut, kelestarian lingkungan menjadi ruh pembangunan di Kabupaten Trenggalek, sehingga layak jika mendapat penghargaan dari KLHK.

Terlebih banyak masyarakat yang menggantungkan penghidupan di sektor alam, seperti misalnya pertanian, perikanan, perkebunan hingga kehutanan.

“Maka bila alamnya tidak bagus, lautnya tidak bagus, tanahnya tidak bagus, hutannya tidak bagus maka mana bisa masyarakat mendapat berkah dari situ,” kata Muyono, Kamis (19/9/2024).

Baca Juga :Sebanyak 91 Pendaftar CPNS di Lingkup Pemkab Blitar Gagal Administrasi

Pihaknya menyadari peningkatan perekonomian masyarakat menjadi hal mutlak, namun disisi lain aspek kelestarian lingkungan juga menjadi harga mati. Mengingat topologi Trenggalek yang unik yaitu berada pada daerah pegunungan, lembah dan ngarai.

Dengan kata lain, eksplorasi pertambangan bukanlah jadi pilihan karena berdampak pada kerusakan alam yang berakibat bencana alam.

“Sehingga mau tidak mau, alam mesti terjaga, dengan begitu bisa hidup berdampingan. Kita menjaga alam, alam menjaga kita,” imbuhnya.

Baca Juga :Meski Cedera, Eko Febrianto Pesilat Asal Jombang Sabet Medali Perak di PON 2024

Berkaca dari kondisi itu, Trenggalek memaksimalkan potensi alam yang dimiliki dengan membidik potensi ekonomi biru dan potensi ekonomi hijau.

Untuk memaksimalkan itu, lahirnya berbagai kebijakan yang dinilai pro terhadap kelestarian alam berkelanjutan.

Misalnya seperti Adipura Desa yang kini diperluas hingga menyentuh tingkat rukun tetangga. Program itu sukses mengantarkan banyak desa meraih penghargaan Proklim dari KLHK.

Baca Juga :Sekda Ponorogo Ingatkan ASN Netral dan Profesional Selama Pilkada 2024

Terbaru misalnya delapan dusun di Trenggalek menerima sertifikat Proklim kategori utama.

“Bahkan upaya menjaga ekologi ini masuk dan menjadi nafas RPJPD Kabupaten Trenggalek 2024-2029. Karena diyakini oleh Pak Bupati bila kelestarian lingkungan itu terjaga maka akan berdampak pada ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Keyakinan itulah yang memantapkan Kabupaten Trenggalek untuk mengambil tema Net Zero Carbon dalam RPJPD-nya, dimana perdagangan karbon menjadi bidikan utama.

Baca Juga :Ditetapkan Tersangka Korupsi Senilai Rp 721 Juta, Kades Tambakrejo Ditahan di Lapas Kelas IIB Tulungagung

Skema anyar itu dinilai dapat menambah fiskal kabupaten, namun disisi lain tidak mengabaikan aspek kelestarian lingkungan.

“Bapak bupati juga mempersiapkan diri era new ekonomi, dimana perdagangan karbon itu sudah menjadi satu trend yang normal di seluruh belahan dunia,” jelasnya.

“Saat ini kita mengukur gas rumah kaca kita. Kemudian kemampuan serap karbon kita. Dan menyiapkan perangkat pendukungnya seperti BUMD,” sambungnya.

Baca Juga :Tendangan Bebas Ze Valente Pastikan Kemenangan Persik, Ini Kata Marcelo Rospide

Fokus kelestarian lingkungan ini, lanjut Muyono, dikerjakan secara keroyokan, tidak hanya mengandalkan stakeholder teknis di bidangnya. Misalnya di sektor perhubungan ada Mobility Hub yang dihubungkan ke halte-halte pintar (Smart bench).

Pergerakan poin to poin didorong menggunakan mode transportasi umum di padu dengan transportasi sepeda di setiap rest area serta jalur sepeda dilakukan untuk mengurangi emisi gas karbon.

“Kemudian dalam menjaga kualitas udara dan sumber mata air, Trenggalek mempunyai regulasi yang sangat menarik. Kompensasi atas gas karbon yang dikeluarkan lewat penanaman pohon,” urainya.

Baca Juga :Proyek P3-TGAI di Desa Sendangbumen Nganjuk Diduga Dikontraktualkan

“Itu juga berlaku ke bupati maupun jajaran dan karena bupati aktivitasnya tinggi maka kompensasi bibitnya semakin banyak. Kemudian bibit-bibit itu ditanam guna menjaga kualitas udara, tanah maupun sumber-sumber air,” jelasnya.

Alhasil, Kabupaten Trenggalek-pun masuk 10 besar Indeks Kualitas Lingkungan Hidup Daerah (IKLHD) di Jatim. Dia menyebut kualitas udara di Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek sangat baik karena bisa menekan gas efek rumah kaca.

Selain itu, kata Muyono, Trenggalek juga bisa memanfaatkan pengelolaan sampah dan memanfaatkan gas metannya dengan baik sehingga tidak terbang ke udara, namun ditangkap dan dimanfaatkan masyarakat.

Baca Juga :Ribuan Kotak Suara untuk Pilkada 2024 Tiba di KPU Jombang

Terobosan kebijakan itulah yang mengantarkan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin dan DPRD Trenggalek periode 2019-2024 mendapatkan penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra, kategori kabupaten sedang terbaik dalam pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan daerah tahun 2023.

Penghargaan itu diserahkan Menteri LHK, Siti Nurbaya di Auditorium Dr. Ir. Soejarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Kementrian KLHK, Jakarta, Rabu (18/9/2024).

Baca Juga :Aksi Badut di Depan Kejari Jombang, FRMJ Kritik Lambatnya Penegakan Hukum

“Cita-cita ini semakin lengkap karena ada dukungan legislatif yang menyiapkan regulasi peraturan daerahnya. Makanya dalam penganugerahan ini, Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek periode tahun 2023 juga mendapatkan penghargaan yang sama,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *