Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Pilkada Kabupaten Ponorogo masih sekitar enam bulan lagi, namun sejumlah lembaga survei sudah mengeluarkan hasil jajak pendapat.
Salah satunya yakni Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI), dimana dari hasil survei yang dilakukan pada 23 hingga 29 April masyarakat Ponorogo masih memilih Sugiri Sancoko jika Pilkada dilaksanakan saat ini.
Baihaqi Siroj, Direktur ARCI mengatakan jika elektabilitas Sugiri Sancoko mencampai 56,2%, jauh dibandingkan dengan 4 calon lainnya, yakni Suprianto 13,6%, Ibnu Multazam 11,9%, Ipong Muchlissoni 10,1%, dan Lisdyarita 4,7%. Sedangkan 3,5% belum menentukan pilihan.
“Jumlah respon kami yang disurvei sebanyak 1.200 orang yang tersebar di seluruh kecamatan di Ponorogo sesuai dengan DPT pada Pemilu lalu,” ungkap Baiqhai Siroj, kepada wartawan.
Baiqhai mengatakan tingginya elektabilitas Sugiri Sancoko dipengaruhi oleh hasil kebijakan, popularitas, kepuasan, karakter serta pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu, faktor pengalaman menjabat sebagai Bupati juga berpengaruh jumlah elektabilitas.
“Memang dari sejumlah faktor, Sugiri Sancoko selalu unggul jika dibandingkan dengan calon calon lainya,” tegasnya.
Ditanya soal head to head dengan calon yang sudah menyatakan maju Pilkada, Ipong Muchlisoni. Baiqhai menjelaskan jika elektabilitas Sugiri masih diangka 59,3% sedangkan Ipong Muchlissoni 19,4%, kemudian tidak tahu 21,2%.
“Dari 21 Kecamatan Ipong Muchlisoni unggul di tiga kecamatan, dan sisanya Sugiri Sancoko,” paparnya.
Dirinya menambahkan elektabilitas para Bacalon saat ini masih bisa dimungkinkan untuk berubah seiring dengan masa kampanye sebelum Pilkada. Selain itu dari jumlah responden tersebut paling banyak merupakan kalangan milenial dengan jumlah 40 persen.
“Survei ini menggunakan Metode Stratified Multistage Random Sampling. Dengan margin of error kurang lebih di angka 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen,” pungkasnya.
Reporter : Sony Dwi Prastyo
Editor : Gimo Hadiwibowo



















