Abdul Ghoni, Cawabup Blitar Komitmen Melestarikan Peninggalan Bersejarah

Abdul Ghoni, Cawabup Blitar Komitmen Melestarikan Peninggalan Bersejarah
Abdul Ghoni ketika touring dan blusukan ke Candi Simping di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Calon wakil bupati atau cawabup Blitar Abdul Ghoni atau akrab disapa Mas Ghoni blusukan ke pelosok. Mengendarai motor, Abdul Ghoni menyambangi Candi Simping, candi sakral yang menjadi tempat pendarmaan atau makam raja besar Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya.

Baca Juga :Tanggulangi Masalah Lingkungan, Pengelolaan Sampah Plastik Dimasukkan Kurikulum Madrasah Tsanawiyah

Di candi yang terletak di Desa Sumberjati, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar Abdul Ghoni bersama rombongan menyusuri satu per satu sisi candi.

Read More

Tak ketinggalan didampingi juru pelihara candi, Raihan mencoba menyelami peninggalan Sejarah di Kabupaten Blitar.

“Dan ternyata Candi Simping ini erat kaitannya dengan Kabupaten Blitar. Bukan hanya Blitar melainkan Nusantara. Tempat ini menjadi saksi perjalanan hidup Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit, cikal bakal Nusantara,” kata Abdul Ghoni, Minggu (27/10/2024).

Baca Juga :Selebgram Promotor Judi Online Dituntut 1,5 Tahun Penjara, Ini Kata Kasi Inteljen Kejari Tulungagung

Dia mengulik panjangnya Sejarah Candi Simping, memculkan angan-angan jika nanti dirinya terpilih. Salah satunya menyetarakan atau menghidupkan Kembali Candi Simping sebagai peninggalan bersejarah di Kabupaten Blitar.

Pasalnya, selama ini Kabupaten Blitar yang paling banyak dikenal warga wisata ikonik. Yakni Candi Penataran yang berada di Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

“Dan ternyata selain Candi Penataran, ada pula Candi Simping yang penuh dan menyimpan banyak Sejarah. Belum lagi Candi Sawentar dan candi-candi lain di Kabupaten Blitar,” katanya.

Baca Juga :Melesat, Usaha Kafe dan Resto di Kota Blitar, Sektor Wisata dan Hotel yang Banyak jadi Pemicu

Pria yang juga aktivis ini menambahkan, baginya benda atau bangunan peninggalan bersejarah harus dilestarikan. Di sinilah peran dari pemerintah.

Pemerintah harus hadir untuk menjadikan peninggalan Sejarah tak lekang oleh waktu tetap Lestari.

Salah satu caranya dengan memasukkan ke kurikulum atau muatan lokal. Dengan harapan menjadi media pembelajaran bagi generasi muda. Utamanya para siswa SD hingga SMA hingga perguruan tinggi.

“Candi bersejarah memang harus menjadi media pembelajaran atau edukasi Sejarah,” katanya.

Baca Juga :Longsor Terjang Jalan Poros Trenggalek – Bendungan Meski Tak Ada Hujan, Ternyata Ini Pemicunya

Nantinya, lanjut Ghoni, bakal membuat acara untuk mengenalkan candi lebih dikenal lagi. Itu sebagai bentuk komitmennya untuk melestarikan peninggalan Sejarah agar tetap Lestari.

Candi Simping sendiri ditemukan kembali oleh Johannes Elias Teijsmann pada tahun 1854. Saat ditemukan kondisinya sudah runtuh. Candi Simping masih banyak ada relief-relief indah yang menghiasi batu andesit candi masih dapat dipelajari.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *