Tulungagung, SEJAHTERA.CO – PLN Tulungagung mewaspadai terkait adanya aktivitas penerbangan balon udara pada perayaan lebaran nanti yang biasa dilakukan oleh masyarakat. Pasalnya, penerbangan balon udara itu berpotensi tersangkut pada jaringan listrik milik PLN yang mengakibatkan suplai listrik ke pelanggan terganggu.
Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Tulungagung, Resma Dwida Pantri mengatakan, menjelang perayaan hari raya Idulfitri 1445 H, pihaknya mewaspadai terkait adanya pesta penerbangan balon udara tanpa awak. Pasalnya, penerbangan balon udara tersebut bisa berdampak buruk bagi masyarakat itu sendiri.
Salah satu dampak yang ditimbulkan yakni jika balon udara tanpa awak tersebut jatuh dan mengenai kabel jaringan distribusi pelanggan milik PLN Tulungagung. Selain itu, jika balon udara tersebut jatuh dan mengenai bangunan rumah warga juga bisa membahayakan warga yang tinggal di sana.
“Pada momen menjelang lebaran seperti ini, kami mewaspadai adanya aktivitas penerbangan balon udara tanpa awak yang biasa dilakukan warga demi merayakan hari raya Idulfitri,” kata Resma Dwida Pantri, Selasa (2/4/2024).
Fenomena penerbangan balon udara ini, ungkap Resma, seolah sudah menjadi budaya di kalangan masyarakat demi merayakan hari raya Idulfitri setiap tahunnya. Akan tetapi, masyarakat masih kurang menyadari akan dampak maupun bahayanya penerbangan balon udara tanpa awak.
Pasalnya, dampak kerusakannya bisa merugikan banyak pihak mulai dari masyarakat maupun pihak-pihak lain utamanya PLN yang kerap menjadi pihak yang dirugikan. Bagaimana tidak, balon udara tanpa awak yang jatuh bisa mengenai jaringan kabel distribusi pelanggan milik PLN dan menyebabkan pemadaman.
“Kalau sampai ada balon udara yang jatuh mengenai kabel PLN, tentu bisa menimbulkan korsleting yang akibatnya membuat pasokan listrik ke pelanggan terputus,” ungkapnya.
Resma menyebut, tahun 2023 kemarin tidak ada temuan kasus balon udara tanpa awak yang jatuh mengenai jaringan kabel distribusi ke pelanggan. Hanya saja, pihaknya tetap mewaspadai atas penerbangan balon udara ini dan mengantisipasinya melalui sosialisasi ke masyarakat.
Menurut Resma, wilayah yang patut diwaspadai atas tradisi ini berada di wilayah selatan seperti di Kecamatan Campurdarat, Bandung, dan Besuki. Namun setelah sosialisasi ini masih ada warga yang nekat menerbangkan balon udara dan menimbulkan kerugian, pihaknya akan serahkan ke pihak berwajib.
“Sosialisasi sudah gencar kami lakukan saat ini agar tidak ada warga yang merayakan hari raya dengan menerbangkan balon udara tanpa awak. Tetapi kalau nantinya ditemukan, barang bukti akan kami amankan dan kami serahkan ke pihak berwajib,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















