Bedhol Pusoko Mengawali Grebeg Pancasila di Kota Blitar, Berikut Lima Rangkaian Yang Harus Dilalui

Bedhol Pusoko Mengawali Grebeg Pancasila di Kota Blitar, Berikut Lima Rangkaian Yang Harus Dilalui

Blitar, SEJAHTERA.CO – Rangkaian Grebeg Pancasila di Kota Blitar dilakukan mulai Jumat (31/5) malam diawali dengan “bedhol pusoko”.

Sesuai dengan agenda, kegiatan tahunan Grebeg Pancasila di Kota Blitar itu ada lima rangkaian.

Pertama, Grebeg Pancasila, ada bedhol pusaka, tirakatan, upacara budaya, kirab gunungan lima dan terakhir kenduri Pancasila.

Read More

“Lima agenda ini berurutan dan setiap tahun menjadi magnet masyarakat untuk mengikutinya,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Blitar Mujianto, Jumat (31/5).

Dia menjelaskan agenda awal adalah bedhol pusoko. Ini adalah ritual kirab kitab lambang negara dan perlengkapan upacara yang dimulai pada Sabtu (1/6).

Kirab dimulai pukul 19.00 start di Istana Gebang di Jalan Sultan Agung Blitar.

Kirab pusaka itu akan diiringi dengan para rombongan. Mulai bregodo 1, bregodo 6 dan bregodo 45. Itu menandakan bulan dan tahun lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945.

Rombongan kirab menuju Kantor Wali Kota Blitar yang berjarak sekitar 3 kilometer.

Sementara di belakang para rombongan diikuti peserta pawai lampion dari para pelajar, kelurahan, dinas dan lain sebagainya.

“Usai dikirab, para tokoh budayawan menggelar macapatan mulai pukul 21.00 sampai selesai. Nanti ada menerima rombongan di kantor wali kota,” jelasnya.

Keesokan harinya atau Sabtu (1/6) digelar upacara budaya. Lokasinya di Alun-Alun Kota Blitar dimulai pukul 08.00.

Upacara dipimpin Wali Kota Blitar Santoso. Peserta adalah forkopimda, para abdi negara dan tokoh masyarakat, pelajar dan lain sebagainya.

Di sela-sela upacara juga diputar rekaman pidato Soekarno bersama Ketawang Ibu Pertiwi.

“Selanjutnya ada gunungan lima masuk ke lapangan diiringi gendhing lancaran bela Pancasila,” jelasnya.

Selanjutnya, katanya lagi, usai upacara gunungan lima yang melambangkan Pancasila dikirab menuju Makam Bung Karno (MBK).

Gunungan itu berisi sayur mayur atau hasil bumi. Rute yang dilewati yakni Alun-alun Kota Blitar, Jalan Semeru, Jalan PB Sudirman, Jalan Ir Soekarno dan finish di pelataran MBK.

Sampai di halaman ini gunungan lima yang berisi hasil bumi itu menjadi rebutan warga atau pengunjung.

Puncak yang mengakhiri Hari Kelahiran Pancasila adalah kenduri Pancasila. Agenda dimulai pukul 11.00 dan dipusatkan di halaman Perpustakaan Bung Karno.
“Ayo ikuti acara sampai selesai. Dan di Kota Blitar Kelahiran Pancasila digelar dengan meriah dan bermakna,” pungkasnya.

Reporter: Abdul Aziz Wahyudi

Editor: Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *