Blitar, SEJAHTERA.CO – Peserta hasil seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) hasil rekrutan 2023 belum dilantik. Meski begitu ada delapan peserta yang memilih mundur menjadi abdi Negara, karena alasan penempatan jauh.
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blitar Budi Hartawan. Dia mengakui, berdasarkan hasil laporan, ada delapan peserta yang lolos seleksi tetapi mengundurkan diri.
Faktor penyebabnya beragam. “Ya karena mundur otomatis tidak mendapatkan nonor induk. Dan peserta harus mengisi form pengunduran diri,” katanya, Minggu (11/2).
Dia menjelaskan delapan peserta yang lolos seleksi itu mayoritas karena alasan sepele. Setelah mengetahui penempatan, ternyata tak sreg. Alasanya karena jarak terlalu jauh dengan kota.
Dan itu tak sesuai dengan ekspektasi atau harapan. “Delapan yang mundur itu dua orang formasi teknis, dua dari formasi guru, dan empat dari formasi kesehatan. Itu data terakhir,” katanya.
Dia menambahkan pihaknya mengetahui ada delapan peserta yang mundur setelah mendapat pemberitahuan dari BKN. Ìtu dilakukan sebelum peserta diusulkan mendapatkan nomor induk PPPK.
Nah begitu mendapat info dan kejelasan ada peserta yang mundur pihaknya menindaklanjuti dengan mengumumkan di website resmi Pemkab Blitar. “Daerah hanya menerima info. Perekrutan dan seleksi ada di tangan BKN,” jelasnya.
Budi mengakui pada perekrutan kali ini pihaknya memang membutuhkan sejumlah tenaga kompeten. Utamanya di daerah pelosok Kabupaten Blitar. Seperti tenaga kesehatan hingga pendidik.
“Karena ada yang mundur, berarti jumlah tenaga yang lolos semula 1.610.kini tinggal 1.602 saja,” katanya.
Sebenarnya, lanjutnya ketika ada peserta yang mundur bisa diisi dengan peserta yang nilai atau peringkat di bawahnya. Hanya saja itu diserahkan sepenuhnya kepada BKN sebagai regulator seleksi.
Daerah hanya sebatas menerima hasil dan melantik. Agar kejadian tak terulang, nantinya bakal lebih informatif dalam hal pelaksanaan. Sepèrti menambah data penempatan.
Dengan begitu peserta lebih memahami tentang bidang dan lokasi penempatan. “Ini menjadi evaluasi bagi kami,” pungkasnya. (ziz)



















