Blitar, SEJAHTERA.CO – Memasuki musim hujan, demam berdarah dengue atau DBD mulai menyerang. Di awal tahun 2024 selama sebulan sudah ada laporan 190 kasus serangan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar dr Christine Indrawati, mengakui dalam beberapa hari ini gencar sosialisasi ke masyarakat. Karena musim puncak hujan identik dengan serangan penyakit, salah satunya DBD.
“Karena berdasar laporan sudah ada kasus temuan DBD. Ini menjadi atensi kami,” katanya, Minggu (11/2).
Dia mengatakan pihaknya atensi karena jika melongok tahun lalu pada bulan yang sama ada tren naik. Pada bulan yang sama di 2023 laporan kasus DBD hanga 107 kasus saja. Sementara pada periode tahun ini hampir menyentuh dua kali lipat.
Sementara pada 2022 lalu hanya ada laporan 140 saja. Sementara jika dikalkulasi pada 2022 lalu jumlah total kasus sebanyak 390. Dan 0ada 2023 lalu total 666.
“Nah karena tren bertambah, kami juga mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan menerapkan menutup, mengubur dan menguras atau 3 M. Ini untuk memutus perkembangbiakan nyamuk,” katanya.
Perempuan ramah ini menambahkan, meski ada peningkatan sampai kini belum ada laporan penderita yang meninggal. Namun ratusan kasus DBD itu ada yang menjalani rawat jalan ada pula yang harus mendapatkan penanganan serius dari petugas medis.
Pasalnya DBD penanganannya harus cepat. Jika saja terlambat, nyawa menjadi taruhannya. Dalam dunia istilah kedokteran, fluktuasi ciri khas DBD mirip pelana kuda.
“Nah agar tak parah, jika demam tak juga turun harus dibawa ke dokter. Semakin cepat semakin bagus dan cepat sembuh,” katanya.
Saat ini lanjutnya, pihaknya sudah menyiagakan tenaga dan fasilitas kesehatan yang memadai. Untuk rumah sakit berskala besar di bawah naungan Pemkab Blitar ada dua. Yakni RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dan RSUD Srengat. Sementara puskesmas dan puskesmas pembantu atau pustu juga sudah siap. (ziz)


















