Blitar, SEJAHTERA.CO – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Blitar menerjunkan sejumlah juru pelihara cagar budaya di Candi Gedog. Ini untuk menjaga orisinal cagar budaya agar tak rusak.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Blitar, Edy Wasono. Dia mengatakan personel juru pelihara cagar budaya itu sebanyak 6 orang. Tugas utamanya yakni menjaga candi gedog agar tetap asri dan menjaga keamanan.
“Karena Candi Gedog sudah termasuk cagar budaya. Makanya kami menerjunkan juru pelihara. Ada enam orang yang kami tugaskan,” kata Edy Wasono, Jumat (6/10).
Dia menjelaskan tugas utama juru pelihara candi geedog selain menjaga juga membersihkan kompleks candi. Membersihkan daun dan sampah agar candi gedog yang sempat diekskavasi itu tetap bersih.
Enam personel itu membersihkan dan menjaga secara gantian. Pihaknya menerjunkan juru pelihara karena sebagai bentuk kepedulian Pemkot Blitar soal keberadaan cagar budaya.
“Karena Candi Gedog candi utama di Kota Blitar. Perhatian ini sebagai bentuk kepedulian kami kepada cagar budaya,” katanya.
Edy menjelaskan lagi, pasca diekskavasi empat kali, Candi Gedog kini sudah menjadi alternatif destinasi wisata selain Makam Bung Karno. Setiap akhir pekan banyak yang mengunjungi candi.
Mulai wisatawan biasa ada pula pelajar dan mahasiswa. Bahkan dalam seminggu ada sekitar 50 yang menyelami eksotisme candi.
“Mayoritas memang pelajar dan mahasiswa. Candi gedog menjadi bahan kajian dan menggali ilmu,” katanya.
Edy berharap dengan keberadaan juru pelihara cagar budaya itu dapat menambah kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Candi Gedog. Dan yang lebih penting candi tetap lestari. (ziz)


















