Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Infrastruktur jalan rusak di Kabupaten Trenggalek terus diperbaiki pemerintah daerah setempat secara bertahap.
Perbaikan kerusakan jalan secara bertahap itu di antaranya adalah di ruas jalan Kedunglurah – Krandegan dan Mlinjon – Umplengan.
Dua jalan penghubung lintas kecamatan itu sebelumnya mengalami kerusakan terbilang parah. Jalan itu mengalami lubang-lubang pada sejumlah titik sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Terlebih mobilisasi di dua jalan itu terbilang tinggi dan berkontribusi penting dalam menggerakkan perekonomian warga.
Karena kondisi jalan yang sudah tidak layak dan perlu diperbaiki, pemerintah menganggarkan perbaikan pada tahun ini. Perbaikan itu dijadwalkan rampung pada 15 Agustus mendatang, untuk ruas Umplengan – Mlinjon.
Namun dalam praktiknya, pelaksanaan pengerjaan dua jalan itu jauh lebih cepat dari estimasi. Kondisi itu mendapatkan perhatian dari otoritas setempat.
Sebab proyek yang mendapatkan pendampingan dari kejaksaan negeri setempat itu sudah hampir mencapai 80 persen.
Pengerjaan proyek yang cepat itu mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah setempat. Namun disisi lain, kualitas dari pengerjaan itu tak lepas dari sorotan.
“Untuk itu kami melakukan safari sekaligus melakukan pengecekan, karena beberapa ruas itu kita melakukan pendampingan dengan kejaksaan,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.
Usai pengecekan, nantinya bakal dilakukan pemeriksaan hulu hilir untuk memastikan kelaikan jalan itu benar-benar mumpuni. Mas Ipin sapaan akrabnya tak ingin proyek infrastruktur jalan di Bumi Menak Sopal sebutan lain Kabupaten Trenggalek dikerjakan asal-asalan.
“Nanti tinggal uji kualitas saja, jadi nanti kita lakukan uji lab, semuanya di core drill baik cor betonnya maupun ketebalan aspal. Kalau sudah selesai, tinggal menjadi dasar kita menerima pekerjaan dan bisa memberikan pembayaran lanjutan kepada kontraktor,” imbuhnya.
Mas Ipin menyebut, Trenggalek melakukan perbaikan jalan secara bertahap sesuai skala prioritas. Pelan namun pasti, saat ini jalan tingkat desa hingga kabupaten di Trenggalek mulai mulus.
Pihaknya berharap meningkatnya kualitas infrastruktur itu berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.
“Semoga dengan perbaikan infrastruktur jalan secara bertahap ini bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Trenggalek, Muhammad Akbar Yahya saat mendampingi Mas Ipin meninjau jalan itu menambahkan, kualitas perbaikan jalan menjadi ‘harga mati’ yang tak bisa ditawar.
Apalagi infrastruktur jalan menjadi akses penting dalam menunjang perekonomian masyarakat, selain menjadi tolak ukur sebuah kemajuan dalam suatu wilayah.
“Jujur kita mendapat berita seperti ini, cepat sekali pengerjaan proyeknya agak kaget. Di sisi kami Kejaksaan masih berpikir ini kualitasnya bagus apa tidak. Tapi kalau dilihat alhamdulillah, kita tinggal tunggu hasil pengujiannya. Nanti tinggal kita buat telaahan. Kalau memang kualitasnya bagus kita akan membuat laporan ke pusat,” kata dia.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma



















