Kediri, SEJAHTERA.CO – Minat Warga Kabupaten Kediri untuk menjadi pekerja migran masih tinggi. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah calon pekerja migran Indonesia (PMI) yang mengajukan permohonan pengesahan perjanjian penempatan pada tahun 2024.
Secara umum di bulan Januari sampai dengan bulan Juli 2024 tercatat di Disnaker Kabupaten Kediri ada 923 orang yang berangkat sebagai PMI, dengan berbagai negara tujuan untuk mencari rejeki.
Ibnu Imad Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri menjelaskan, terkait tingginya PMI dari Kabupaten Kediri ke luar negeri, sejauh ini telah fasilitasi calon PMI dengan penerbitan AK – 1 atau kartu kuning.
Baca Juga :Kandang Berisi Pakan Ternak di Desa Pakisaji Tulungagung Terbakar, Kerugian Capai Rp 20 Juta
“Selanjutnya pengesahan perjanjian penempatan kerja. Ini yang perlu diperhatikan calon PMI asal Kabupaten Kediri untuk kemudahan proses keberangkatan ke luar negeri sesuai ke negara tujuan,” katanya, Selasa (10/9/2024).
Ibnu menambahkan, terkait dengan data remitansi dari pekerja migran data tersebut belum ada di Disnaker Kabupaten Kediri. Namun untuk tahap berikutnya dipastikan ada dan masih proses pentahapan.
“Ada peningkatan jumlah PMI yang keluar negeri yang memiliki surat surat lengkap. Untuk data tahun 2021 sebanyak 421 PMI, tahun 2022 sebanyak 1477 PMI
tahun 2023 ada 1064 pmi dan data Triwulan kedua tahun 2024 per akhir Juli ada 923,” urainya.



















