Kediri, SEJAHTERA.CO – Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 Hanindhito Himawan Pramana – Dewi Mariya Ulfa telah menjalani debat publik perdana Pemilihan Calon Bupati-Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Kediri.
Baca Juga :Mobil Elf Berisi 15 Orang Penumpang Terguling di KM 17 Persen Trenggalek
Debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri dilaksanakan di Insumo Kediri Convention Center (IKCC), Kamis (24/10/2024) malam.
Mas Dhito dan Mbak Dewi, sapaan akrabnya saling beradu program dalam debat publik perdana yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri.
Baca Juga :Mobil Elf Berisi 15 Orang Penumpang Terguling di KM 17 Persen Trenggalek
Pada tema pendidikan misalnya, panelis menyebut di era kemajuan informasi dan teknologi saat ini masalah yang umum terjadi di Indonesia yakni terkait kesenjangan digital. Tidak semua siswa memiliki akses yang sama terhadap perangkat komputer, internet atau sumber daya digital.
Terkait persoalan yang ada, panelis mempertanyakan strategi yang akan diterapkan paslon jika terpilih menjadi bupati dan wakil bupati untuk mengatasi kesenjangan digital di bidang pendidikan tersebut.
Baca Juga :Tak Ada Pemain Absen, Arema FC Targetkan Kemenangan Kandang Melawan Persija Jakarta
Merespons pertanyaan itu, cabup nomor urut 01 Deny Widyanarko menyampaikan, dalam pemerintah kedepan pihaknya menyatakan siap mendukung dan menyiapkan yang menjadi kebutuhan siswa maupun sekolah.
“Seminim-minimnya itu sudah menjadi bentuk program kita di setiap dusun ada program wifi gratis,” jawabnya.
Menyambung jawaban Deny, wakilnya Mudawamah menambahkan, program wifi gratis di tiap dusun itu diyakini akan mendukung terhadap proses percepatan pendidikan yang ada di masing-masing tingkatan khususnya untuk pendidikan dasar 12 tahun.
Baca Juga :Gelar Juara Kejurprov E-sport 2024 Trenggalek Diperebutkan 27 Kontingen Se-Jatim
Sementara itu, menanggapi apa yang disampaikan oleh pasangan nomor urut 01 tersebut, cabup Hanindhito atau yang akrab disapa Mas Dhito menyebut strategi untuk menangani kesenjangan digital di sektor pendidikan sudah dilakukan dalam pemerintahannya di periode pertama.
“Yang ditanyakan adalah bahwa bagaimana kesenjangan internet atau teknologi di sekolah bukan di dusun, maka di periode pertama kami internet dan hardware sudah kami lakukan. Semua sekolah sudah kami sediakan,” jawabnya.
Dengan penyediaan perangkat keras dan jaringan internet di semua sekolah itu, kini sekolah sudah bisa mengakses pembelajaran online. Hal itu sebagai wujud komitmen cabup nomor urut 02 itu dalam menghapus kesenjangan digital di dunia pendidikan.
Baca Juga :Sebanyak 75 Pemilih di Tulungagung Ajukan Pindah Memilih, DPT Berkurang 8 Pemilih
“Tidak boleh lagi ada disparitas antara siswa yang ada di kaki gunung dengan siswa yang ada di sekolah-sekolah yang mungkin di perkotaan,” bebernya.
Mas Dhito mengaku, proses demokrasi berbeda pilihan sudah menjadi hal yang biasa. Namun demikian, hakikatnya tidak ada lawan politik bagi dirinya.
“Karena Pak Deny (Deny Widyanarko) hari ini adalah kawan politik dalam kontestasi Pilkada. Hari ini beda pilihan, pasca Pilkada kita tetap bersahabat dengan beliau,” ucapnya.
Baca Juga :Diduga Jual Batik Lurik Bhumi Ngrowo Ilegal, Tiga Toko Seragam Disomasi
Hubungan itu, lanjut Mas Dhito, tidak akan merusak hubungan karena politik. Dirinya juga berterimakasih kepada partai pengusung yang sudah hadir untuk mendukungnya.
“Kami meminta doanya bagi masyarakat Kabupaten Kediri apa yang kami lakukan berdua adalah hak menang bermanfaat dan barokah bagi masyarakat,” ungkapnya.



















