Blitar, SEJAHTERA.CO – Banyaknya kasus kecelakaan melibatkan pengendara dengan kereta api (KA) di perlintasan kereta tanpa palang pintu jadi atensi. Pemkab Blitar bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sinergi untuk membangun palang pintu.
Di Kabupaten Blitar ada dua palang pintu perlintasan KA yang baru saja dibangun, yakni palang pintu di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat dan di Sumberjo, Kecamatan Talun.
Dua palang pintu itu pembangunannya berasal dari bantuan Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Mudah-mudahan dengan palang pintu ini tidak ada kecelakaan lagi. Ini semua untuk keselamatan bersama,” kata Bupati Rini Syarifah usai meresmikan palang pintu di Ngaglik, Selasa (02/4).
Dia mengatakan palang pintu itu sangat penting. Karena di dua titik itu rawan kecelakaan lalulintas. Pengendara bablas padahal ada kereta yang lewat.
Apalagi tak lama lagi, Lebaran intensitas pengendara yang menyeberang juga tinggi. Dan rencananya Pemkab Blitar juga membangun palang pintu dengan dana APBD.
Sementara itu, Kepala Dishub Provinsi Jawa Timur Agus Santosa mengatakan Kabupaten Blitar pada 2023 lalu mendapatkan bantuan pembangunan palang pintu.
Di antaranya di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat dan Desa Sumberjo, Kecamatan Talun. Dengan adanya palang pintu itu bisa meminimalisasi terjadinya kecelakaan. “Karena perlintasan kereta tanpa palang pintu masih banyak,” katanya.
Dia menambahkan tahun 2024, informasinya Pemkab Blitar sendiri bakal membangun 13 titik palang pintu. Dananya murni dari APBD. Sementara bantuan dari provinsi dan CSR ada dua.
“Kalau CSR ada di Bence, Kecamatan Garum dikerjakan. Lainnya dari APBD proses pengerjaan” katanya.
Berdasarkan data jumlah perlintasan sebidang di Kabupaten Blitar sebanyak 69 titik.
Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Editor : Gimo Hadiwibowo



















